Minggu, 27 Desember 2009 21:37 WIB Ekonomi,Solo Share :

Reservasi Sepur Kluthuk akhir tahun meningkat

Solo (Espos)–Sepur Kluthuk atau kereta wisata mulai serius garap pasar grup dan korporat, karena dinilai efektif menjual potensi wisata dan perdagangan di Kota Solo.

Koordinator Sepur Kluthuk sekaligus Konsultan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Oka Zakaria, saat ditemui Espos di Stasiun Purwosari, Minggu (27/12), pun menyampaikan di bulan Desember ini ada kenaikan yang cukup signifikan terkait reservasi Sepur Kluthuk.

Dari informasi yang diterima Espos, hingga hari Minggu kemarin, reservasi Sepur Kluthuk mencapai 10 kali operasional selama bulan Desember. Meningkat dari jumlah operasional bulan sebelumnya yang hanya dioperasikan sebanyak empat kali.

“Kenaikan reservasi bulan ini banyak didominasi kalangan grup. Ritel juga banyak, tetapi karena momennya yang bertepatan dengan libur Natal, libur sekolah dan tahun baru.”

Oka mengatakan, kenaikan reservasi dari kalangan grup ini efektif, tidak hanya menjual tiket Sepur Kluthuk, tetapi juga menjual Kota Solo. Hal ini ia sampaikan, dari hasil survei di beberapa pusat belanja yang diberikan dalam paket wisata Sepur Kluthuk, maka per orang  dari kalangan grup ini bisa menghabiskan dana hanya untuk berbelanja berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Jadi, lanjutnya, dengan harga paket untuk grup berkisar Rp 15 juta hingga Rp 18 juta per reservasi, maka efek bagi orang Solo sangat signifikan. Sebut saja, pedagang batik di Kampung Batik, tukang becak, pelaku kuliner hingga pusat oleh-oleh.

“Grup-grup ini efektif kami tarik setelah kami presentasi ke banyak grup dan korporat yang ada di Jakarta. Khusus bulan ini, mereka berhasil kami belokkan, dari tujuan wisata ke Bali atau Yogyakarta menjadi ke Kota Solo, khususnya paket wisata Sepur Kluthuk.”

Menurut Oka, dari sekian banyak reservasi di pengujung tahun 2009, 50% di antaranya adalah tamu asing. “Mereka tamu asing yang stay di Yogyakarta, tetapi mereka ingin menikmati Sepur Kluthuk di Solo. Ada beberapa yang sebelumnya ingin ke Bali, tetapi akhirnya memilih ke Solo.
haw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…