Minggu, 27 Desember 2009 16:04 WIB Solo Share :

Perhutani
Jangan asal tebang pohon

Solo (Espos)–Perhutani meminta masyarakat pengelola hutan rakyat tidak asal menebang pohon. Penebangan harus memperhatikan umur biologis dan lingkungan pohon agar tidak merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sendiri.

Administratur/KPPH Surakarta Dwidjono Kiswurjanto menegaskan Perhutani KPH Surakarta mendukung pengelolaan dan pelaksanaan hutan rakyat. Tak hanya siap memberikan bantuan berupa bibit pohon, tetapi juga membeli kayu hasil hutan rakyat, yang dikelola masyarakat.

“Perhutani menerapkan trading kayu, sebagai upaya men-support pelaksanaan hutan rakyat. Jadi Perhutani membeli kayu hasil dari hutan rakyat. Dan kami harapkan, agar kayu yang ditebang memang sudah benar-benar cukup umur biologis dan lingkungannya. Kalau belum masanya ditebang, ya jangan ditebang,” terang Dwidjono ketika ditemui Espos, di sela aksi bagi-bagi pohon, di kawasan Manahan, Minggu (27/12) pagi. 

Perhutani siap membeli kayu dari hutan rakyat, namun dengan kualitas yang baik. Dwidjono mengatakan ada kalanya masyarakat pengelola hutan rakyat terlalu terburu-buru menebang pohon, tanpa memperhatikan umur tebang, karena desakan kebutuhan.

Ia menyarankan pohon tetap ditebang sesuai dengan umurnya, sementar kebutuhan finansial dipenuhi dengan cara lain. “Pohon umur 20 tahun baru bisa ditebang. Tapi kalau masih 10 tahun ditebang, ya sayang. Karena kualitasnya tidak lebih baik, karena masih muda. Lebih baik kebutuhan dipenuhi dengan pinjam koperasi. Kalau umurnya sudah cukup baru ditebang, sehingga harga kayunya juga lebih tinggi,” paparnya.

Perhutani KPH Surakarta bersama jajaran Polwil Surakarta dan Poltabes Solo serta finalis Putri Solo membagikan sekitar 2.000 bibit pohon buah kepada warga yang melintas di sekitar bundaran Manahan. Aksi itu digelar untuk mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam menghijaukan lahan dan menjaga lingkungan melalui tanaman produktif.
iik

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…