Minggu, 27 Desember 2009 20:20 WIB News Share :

Dirut LKBN Antara bantah ada aliran dana ke Timses SBY

Jakarta–Dirut LKBN Antara Akhmad Mukhlis Yusuf membantah tudingan dalam buku ‘Membongkar Gurita Cikeas’ yang menyebut adanya aliran dana Public Service Obligation (PSO) LKBN Antara yang mengalir ke Bravo Media Center. Mukhlis menegaskan Dana PSO tidak mungkin dialihkan.

“Mekanisme pencairan dana PSO ANTARA dilakukan sebagai pergantian biaya (reimbursement) atas sebagian dana operasional ANTARA terhadap tema-tema liputan yang disepakati dengan penyelenggara negara setiap tahun. Jadi penggunaan dana PSO ANTARA tidak mungkin dialihkan,” kata Mukhlis, Minggu (27/12).

Menurut Mukhlis, prosedur pencairan anggaran PSO di LKBN ANTARA sangat ketat. Proses pergantian dana tersebut baru bisa dilakukan setelah kesesuaian antara isi dengan tema berita yang disepakati dan prosedur keuangan diverifikasi secara ketat oleh Depkominfo yang mengacu pada aturan Keuangan Negara yang berlaku.

“Jadi, pengalihan tersebut tidak terjadi, dan tidak mungkin dilakukan”, tegas Mukhlis.

Menurut Mukhlis, pada tahun 2008, LKBN ANTARA menyepakati enam tema pemberitaan dengan Depkominfo untuk diliput dan disiarkan ANTARA, yakni demokratisasi, daya tahan ekonomi nasional terhadap krisis global, millenium development goals, penguatan karakter bangsa, dan pencitraan bangsa di luar negeri.

Selain enam tema PSO tersebut, ANTARA juga melakukan liputan untuk tujuan komersial yang disiarkan melalui satelit untuk pelanggan media, portal berita gratis untuk publik dan beberapa platform lain seperti sms, TV display dan portal berita daerah lainnya untuk kepentingan komersial.

Ketua Serikat Pekerja ANTARA, Theo Yusuf, yang juga wartawan senior ANTARA menjelaskan bahwa tidak benar ada keresahan di kalangan wartawan seperti dinyatakan George Aditjondro dalam bukunya. “Karyawan dan wartawan mendukung langkah pembenahan manajemen yang sedang dilakukan Direksi sejak tahun 2007, dalam penataan SDM, penguatan sistem dan pembenahan bisnis perusahaaan”, kata Theo.

Theo juga menyatakan, Serikat Pekerja ANTARA bersama Direksi telah menyepakati Peraturan Kerja Bersama (PKB) yang telah ditandatangani Direksi dan serikat pekerja pada 10 November 2008. Penandatanganan PKB ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat dari kedua belah pihak untuk menumbuhkan hubungan kerja industrial yang baik.

Sebelumnya, dalam buku ‘Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century’ karangan George Aditjondro, menyebut adanya aliran dana PSO dari LKBN Antara sebesar Rp 40,6 miliar ke Bravo Media Centre, tim kampenye SBY.

‘Membongkar Gurita Cikeas’ akan dilaunching di Doekoen Cafe, Jakarta, Rabu (30/12) mendatang. Sebelumnya buku telah dilaunching di Yogyakarta pada Rabu (23/12) lalu. Dalam salah satu bab, Aditjondro menyebutkan keterlibatan SBY dan keluarganya dalam kasus Century.

Presiden SBY prihatin dengan terbitnya buku yang isinya menyudutkan keluarganya itu. Saat ini, pihak SBY sedang mempelajari isi buku tersebut. Belum ada rencana gugatan maupun melarang penjualan buku.
dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…