Sabtu, 26 Desember 2009 16:54 WIB Issue Share :

Solo Percussion Festival malam ini di Ngarsopura

Satu lagi event musik yang bakal mengukuhkan Kota Solo sebagai Kota Seni Pertunjukkan. Perhelatan bertajuk Solo Percussion Festival yang diprakarsai Wonderstar Indonesia dan Coca-Cola Indonesia bekerja sama dengan Pemkot Solo serta paguyuban Negeri Malam Ngarsopuro bakal digelar di halaman Pasar Windujenar, Ngarsopuro, Solo, Sabtu (26/12) pukul 19.00 WIB-23.00 WIB.
Perhelatan tersebut, akan menampilkan sembilan grup musik perkusi dari Solo yang sudah sangat berpengalaman. Mereka adalah Etno 06 Percussion, Joglo Percussion, Pararimba Percussion, Temperente Percussion, Cycle Organologic, Dhe-Dhe Percussion, Etno Ensemble, Sipakatau, serta Lardjiman. Masing-masing kelompok perkusi tersebut, akan menampilkan keunikan mereka masing-masing di hadapan penonton.
”Di kota ini muncul kelompok-kelompok perkusi yang sangat potensial dan kemampuannya sangat besar. Maka Solo Percussion Festival sangat tepat sebagai wadah mereka untuk unjuk kebolehan,” papar Direktur Wonderstar Indonesia, Herman Jambojay dalam acara jumpa pers, Jumat (25/12), di Che-Es Resto, Manahan, Solo.
Herman menambahkan, event tersebut sekaligus untuk memeriahkan peresmian Pasar Ngarsopuro dan salah satu rangkaian dari program Coca-Cola bertajuk Brrrisik Asik. Solo Percussion Festival pun membidik semua kalangan masyarakat untuk bisa menikmati musik etnik yang akan dipersembahkan kesembilan penampil.
Tontonan gratis ini akan dibuka performance art oleh pasukan Negeri Malam Ngarsopuro. Mereka akan memimpin konvoi atau arak-arakkan bersama para personel dari sembilan grup yang akan tampil dari perempatan Pasar Pon menuju lokasi pementasan.
”Mereka akan konvoi dengan diiringi musik perkusi masuk ke tengah-tengah Night Market Ngarsopuro menuju panggung,” beber Presiden Negeri Malam Ngarsopuro, Mayor Haristanto.
Musisi perkusi yang tergabung di Lardjiman dan Etno Ensemble, Ilham Mappa menyatakan Solo Percussion Festival merupakan event yang memang dinati-nati para pelaku musik perkusi. Sembilan grup yang akan tampil, akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di acara yang rencananya akan digelar rutin setiap tahun itu.
”Kami terlibat aktif dalam penyelenggaraan event kali ini. Maka teman-teman sudah mempersiapkan dengan matang di acara yang kami sebut sebagai ‘perang musik perkusi’ ini,” kata Ilham.
Dalam acara jumpa pers tersebut, Lardjiman yang berarti Pasukan Djimbe Mania tampil singkat membawakan komposisi yang mereka ciptakan. Kelompok beranggotakan 30 pemain djimbe, gabungan dari sejumlah personel berbagai kelompok perkusi di Solo tersebut, akan menyuguhkan karya yang bersifat interlocking dengan mengambil karakteristik instrumen djimbe yang dikuasai masing-masing personel.  hkt

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…