Sabtu, 26 Desember 2009 16:36 WIB Ah Tenane Share :

Sama-sama lima

27koploMeski tinggal di Klaten, tahun ini Jon Koplo mencoba mengadu nasib dengan mengikuti tes CPNS di Wonogiri. Kebetulan, teman sekantor istrinya, Gendhuk Nicole, yang bernama Lady Cempluk juga ikut tes di Wonogiri, tepatnya di SMK 5.
”Lho, berarti sama dong dengan suamiku, besok bareng-bareng saja kita ke Wonogiri,” ajak Nicole.
Singkat cerita, hari Minggu, 6 Desember 2009 lalu, satu jam sebelum tes, Koplo bersama Gendhuk Nicole bertemu dengan Lady Cempluk yang diantar Tom Gembus, suaminya, di Wonogiri. Mereka langsung ngubek-ubek Kota Gaplek untuk mencari SMK 6, tempat pelaksanaan tes. Setelah tanya sana-sini-situ, tak lama kemudian mereka pun menemukan sekolah dimaksud.
”Wis, tenang Mas Koplo, tempat tes kita sudah ketemu,” ujar Lady Cempluk kelihatan senang.
”Ho’oh, Mbak. Sekarang mari kita cari bangku kita masing-masing!” ajak Jon Koplo. Mereka pun berpencar untuk mencari nomor tes sesuai undangannya.
Setelah mencari-cari sebentar, Lady Cempluk sudah menemukan bangku dengan nomor yang cocok dengan undangannya. Tetapi tidak demikian dengan Jon Koplo. Ia masih bingung dan wira-wiri mencari bangku yang cocok dengan nomor tesnya. Setengah jam ngubek-ubek seluruh kelas, tetapi tetap tidak ketemu. Karena puyeng, Koplo terpaksa meminta bantuan salah satu pengawas ujian.
”Pak, mohon maaf, nomor saya ini bangkunya di kelas mana ya?” tanya Koplo dengan keringat gembrobyos.
Setelah melihat surat undangan Koplo, petugas tadi berkata, ”Lho, Mase ini gimana ta? Ini tesnya di SMA 5, bukan disini. Di sini SMK 5. Kalau SMA 5 tempatnya masih ke selatan kira-kira dua kilometer lagi,” terangnya.
Kepala Jon Koplo langsung semrepet. Ia harus gedandapan memacu motornya mencari SMA 5 Wonogiri yang masih jauh dari tempat itu.
Rupanya Jon Koplo dan istrinya kurang jeli melihat undangan tes. Sebetulnya cuma selisih satu huruf, tapi jaraknya 2 km.  Kiriman Sigit Priyono, Tegalcitran RT 06/RW II, Karangdowo, Klaten 57464

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…