Sabtu, 26 Desember 2009 20:54 WIB Karanganyar Share :

Pasar Kumandang, pesta kegotong-royongan pedagang

Karanganyar (Espos)–Suasana berbeda tampak terlihat di lingkungan Pasar Wisata Tawangmangu, Sabtu (26/12) pagi. Suasana pasar terlihat ramai bukan karena aktivitas jual-beli maupun banyaknya pengunjung yang ingin berbelanja di tempat itu. Namun, padatnya pengunjung pasar karena mereka penasaran ingin menyaksikan gelaran Pasar Kumandang yang dihelat di pasar tersebut.

Pasar Kumandang adalah suatu kegiatan ritual doa bersama yang dilakukan oleh para pedagang pasar tradisional pada bulan Sura, dan sudah menjadi kalender event tahunan. Para pedagang pasar dengan membawa peralatan sesaji atau uba rampe, membawa sesaji atau dagangannya dan bersama-sama melakukan kirab gunungan setinggi kurang lebih 2 meter yang dihiasi hasil bumi berupa buah-buahan, sayuran, bunga palawija, pala gumantung dan pala kependem, menuju tempat ritual.

Seperti biasanya, kegiatan tersebut ditempatkan di obyek wisata atau Pasar Wisata sebagai atraksi atau pertunjukan guna mendongkrak tingkat kunjungan wisata.

Gunungan yang dikirabkan itu diikuti oleh pedagang pasar, pedagang kaki lima, suvenir, pedagang buah, bunga, sayur, asongan, masyarakat, dengan iringan kesenian daerah setempat, seperti tarian kencar-kencar, reog dan tim kesenian Turonggo Lawu. Acara itu juga dihadiri Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Sekda Kastono, dan pejabat Pemkab lainnya.

Setelah dipanjatkan doa bersama para pedagang menerima barikan, yaitu bingkisan kain putih atau kantong yang berisi abon-abon berupa kacang hijau, beras kuning, empon-empon, kaca rias kecil yang dipercaya bisa sebagai penolak makhluk halus yang ingin mengganggunya.

Benda tersebut biasanya disimpan pada tempat tertentu atau pada tempat penyimpanan uang. Sedangkan gunungan yang berisi hasil bumi dibagikan kepada para pengunjung juga dipercaya bisa mendatangkan berkah.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Sutarno, selain dari Tawangmangu, kegiatan ini diikuti pedagang dari sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Karangpandan, Pasar Matesih, Pasar Kemuning, Pasar Klewer dan Pasar Legi Solo.
dsp

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…