Sabtu, 26 Desember 2009 21:19 WIB News,Issue Share :

Ersa Mayori sayangkan fatwa haram infotainment

Jakarta–Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) mengharamkan tayangan infotainment. Presenter Ersa Mayori menyayangkan fatwa haram tersebut.

“Aku menyayangkan kalau infotainment sampai diharamkan, yang baiknya diambil yang buruk jangan dijadikan contoh,” ujarnya saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (26/12).

Ersa melanjutkan tak semua materi tayangan infotainment jelek. Ada sejumlah muatan yang masih layak untuk ditonton.

“Karena infotainment itu nggak melulu memberitakan perceraian atau gosip yang tidak-tidak. Ada yang meluncurkan album, ada yang dapat prestasi luar biasa, ada yang menikah atau melahirkan itu juga ditayangkan, kan itu baik juga,” jelasnya.

Ersa juga yakin tak selalu infotainment membuat imej artis menjadi buruk. Ada sejumlah selebriti yang terangkat popularitasnya dan mencuat karyanya setelah tayang di infotainment.

Mengenai perilaku sejumlah pekerja infotainment yang dinilai tidak beretika dan menjunjunng sopan santun, Ersa menilainya itu hanya sebatas oknum. Jika sang artis dan para pekerja infotainment bisa menjalin komunikasi yang baik, maka salah paham dapat dihindari.

Ersa hanya bisa menyerahkan kepada pemirsa untuk memilih materi infotainment yang layak untuk disaksikan.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…