Sabtu, 26 Desember 2009 14:18 WIB News Share :

Eko Patrio
Tidak semua infotainment ghibah

Jakarta–Eko Patrio angkat bicara seputar fatwa PBNU yang mengharamkan infotainment ghibah. Bagi aggota Komisi X DPR itu, tidak semua infotainment ghibah alias berisi gosip saja.

“Saya melihat tidak semua infotainment ghibah. Ada juga infotainment yang telah menerapkan dasar-dasar jurnalistik, ada juga yang tidak. Terlepas dari pernyataan NU, infotainment kini harus melakukan pembenahan,” kata Eko kepada detikcom, Sabtu (26/12).

Menurut dia, infotainment yang telah masuk ke ranah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) harus mengedepankan kode etik jurnalistik.

“Jadi harus ada kesepakatan bersama. Teman-teman infotainment, broadcasting, pekerja seni dan PWI berkumpul untuk menyatakan sikap akan mengedepankan kaidah jurnalistik. Bukan sekadar ngomongin orang tetapi tidak punya bukti yang kuat,” papar politisi PAN ini.

Suami artis Viona Rosalina ini menambahkan, Depkominfo juga harus bertanggung jawab menertibkan infotainment yang tidak menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Saat bebenah, jangan sampai infotainment dimusuhi si narasumber. Sebab, yang dirugikan nanti pemirsa di rumah yang ingin mendapatkan berita hiburan,” kata presenter kondang ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, tayangan infotainment ghibah atau gosip hukumnya haram. Fatwa haram tersebut berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama NU di Surabaya, Juli 2006 lalu. Karena itulah, PBNU mendesak tayangan infotainment gosip segera dihentikan.

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…