Sabtu, 26 Desember 2009 21:38 WIB Sragen Share :

Bukit longsor isteri tewas, suami luka parah

Sragen (Espos)–Seorang warga Dukuh Bekasar, RT 01 Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Sainem, 55, tewas terkena longsoran tanah bukit padas saat melakukan penambangan pasir di Sungai Bekasar, Sabtu (26/12), sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara suami korban, Padmo Wiyono, 60, mengalami luka parah dan dirawat intensif di Bangsal Mawar RSUD Sragen.

Informasi yang dihimpun Espos dari tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu, sejumlah warga Dukuh Bekasar sering menambang batu kali di sekitar sungai tersebut. Sepasang suami istri (Pasutri), Sainem dan Padmo Wiyono yang biasanya turut serta menambang batu kali, saat itu justru menambang pasir untuk keperluan membangun lantai rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari sungai.

Giyanto anak korban juga sempat bersama orangtuanya menambang batu kali. Saat Giyanto istirahat, kedua orangtuanya masih menambang pasir di piggir bukit padas dengan ketinggian sekitar 10 meter dari dasar sungai.

Saat mereka asik menambang pasir, tiba-tiba bukit yang ada di samping mereka longsor dan menimbun Pasutri. Suara reruntuhan tanah itu sempat membuat panit penambang batu kali yang ada di sungai. Mereka segera mengevakuasi korban Pasutri untuk di bawa ke atas dan langsung dilarikan ke RSUD Sragen.

Tim Tagana Sragen mendengar informasi tersebut langsung ke TKP untuk ikut serta mengevakuasi korban. Setelah korban di bawa ke RSUD, sejumlah tim indentifikasi Polsek Sambirejo juga segera melakukan identifikasi di TKP.

Adik korban, Parni, 41, saat ditemui Espos, mengatakan, kedua saudaranya di bawa ke Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sragen sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut dia, kondisi keduanya sangat parah, sehingga kakaknya Sainem mengalami koma sejak dari TKP hingga ke RSUD dan akhirnya meninggal dunia saat dirawat di Ruang ICCU RSUD Sragen.
trh

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…