Jumat, 25 Desember 2009 19:09 WIB Boyolali Share :

Sakit menahun, warga Pandeyan gantung diri

Boyolali (Espos)–Warga Dukuh Pandeyan, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Niti Romo, 70, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (25/12). Korban diduga frustasi karena penyakit asma yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Informasi yang dihimpun Espos, Jumat menyebutkan, korban yang merupakan orang lanjut usia (Lansia) itu ditemukan tewas gantung diri menggunakan seutas tali senar plastik di ruang tamu.

Kapolres Boyolali AKBP Agus Suryo Nugroho melalui Kapolsek Ngemplak AKP Dwi Wahyuni menuturkan, korban kali pertama diketahui sudah meninggal oleh anak korban, Sutarmi, 30 sekitar pukul 12.30 WIB.

“Sutarmi datang untuk menengok ayahnya yang hidup sendirian di rumah itu. Namun sesampainya di rumah orang tuanya, terlihat sepi. Semua pintu ditutup. Anak korban itu pun memanggil-manggil, tapi tidak ada jawaban.

Lalu, dia (Sutarmi-red) mencoba melihat kondisi dalam rumah lewat jendela. Alangkah terkejutnya dia, ketika mengetahui ternyata ayahnya sudah dalam keadaan menggantung di ruang tamu,” terang Wahyuni saat dihubungi via Ponsel, Jumat.

Menurut Wahyuni, jajaran Polsek Ngemplak dan dokter Puskesmas Ngemplak sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, kata dia, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan korban murni tewas karena gantung diri.

nad

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…