Jumat, 25 Desember 2009 20:40 WIB Karanganyar Share :

Lagi, longsor di Beruk, satu rumah roboh

Karanganyar (Espos)–Satu rumah roboh menyusul bencana tanah longsor di Dukuh Beruk Kulon Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso, Jumat (25/12) siang. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 35 juta.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, rumah yang roboh tersebut adalah milik Bejo, 55, yang berada di lingkungan RT 04/RW V. Kasi ketentraman dan ketertiban (Trantib) Kecamatan Jatiyoso, Teguh, menyebutkan peristiwa longsor didahului oleh hujan yang berlangsung sejak pagi hari di wilayah setempat. Bejo dan keluarganya selamat karena saat kejadian mereka sedang  berada di luar rumah.

“Bencana itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB atau menjelang shalat Jumat, setelah permukaan tanah di bawah pondasi rumah ambles. Tidak ada korban meskipun bangunan rumah roboh total akibat kejadian itu,” ungkapnya dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (25/12) sore. Teguh mengatakan, rumah Bejo roboh diduga karena konstruksi pondasi yang kurang kokoh dan dibuat di atas tanah urugan.

Terkait bencana tersebut, Teguh menyatakan Dukuh Beruk Kulon yang berada di daerah pegunungan memang tercatat sebagai wilayah rawan longsor. Dengan situasi dan kondisi alam seperti itu, ujarnya, Pemerintah Kecamatan Jatiyoso dan Desa Beruk senantiasa mengimbau agar warga setempat selalu meningkatkan kewaspadaan masing-masing, terlebih selama berlangsungnya musim hujan. Di antaranya dengan memilih berada di luar rumah ketika hujan deras atau terjadi angin topan.

Seperti pula dikemukakan Kasi Trantib, rumah milik Bejo sebenarnya tergolong masih baru dan belum begitu lama ditempati. Namun rumah itu roboh setelah tanah di belakangnya longsor dan pondasinya yang tidak cukup kuat ikut ambrol. Menyangkut kemungkinan pemberian bantuan kepada korban, dia mengatakan telah melaporkannya ke instansi terkait Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karanganyar.
try

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…