Kamis, 24 Desember 2009 20:19 WIB Hukum,Solo Share :

Tim Jibom sisir 11 gereja di Solo

Solo (Espos)–Tim Jibom Brimob BS Surakarta melakukan penyisiran di 11 gereja di wilayah Solo, Kamis (24/12). Penyisiran itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya aksi teror saat pelaksanaan perayaan Natal.

Sebanyak 10 personel Jibom dari Brimob BS Surakarta mendatangi beberapa gereja yang memiliki jamaat cukup banyak. Dari pantauan Espos, mereka awalnya menyisir Gereja Santo Paulus di daerah Kerten, Laweyan.

Dengan menggunakan peralatan berupa mirror danĀ  metal detector, personel Jibom menyisir setiap sudut ruangan gereja yang akan menampung 3.000 jemaat. Tidak hanya itu saja, penyisiran juga dilakukan di halaman gereja termasuk di taman depan gereja untuk mengantisipasi adanya kemungkinan aksi teror.

Penyisiran dilanjutkan ke Gereja Santo Petrus di Gendengan, Laweyan. Tim Jibom kembali menyisir semua ruangan di gereja tersebut. paling tidak gereja tersebut dapat menampung hingga 10.000 jemaat. Ketika penyisiran dilakukan sejumlah jemaat tengah mempersiapkan misa Natal yang dimulai Kamis sore.

Komandan Kompi Brimob BS Surakarta AKP Sartam menjelaskan, penyisiran tersebut dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan. “Kami melakukan antisipasi dengan mendeteksi kemungkinan adanya bahan logam ataupun bahan peledak,” papar Sartam kepada wartawan di sela-sela penyisiran.

Dia menjelaskan, 11 gereja yang disisir memang gereja besar yang memiliki jemaat yang cukup banyak. Dia menambahkan, penyisira juga akan dilakukan Jumat (25/12) pagi sebelum misa pagi dilakukan.
dni

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…