Kamis, 24 Desember 2009 15:30 WIB News,Ekonomi Share :

Fahmi
PR Pak Dahlan sudah tidak terlalu banyak

Jakarta–Pekerjaan rumah Dahlan Iskan sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) sudah tidak terlalu banyak. Pasalnya, seluruh permasalahan yang dialami PLN sudah mulai diselesaikan oleh jajaran direksi sebelumnya.

“PR Pak Dahlan sudah tidak terlalu banyak,” ujar Mantan Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar, Kamis (24/12).

Fahmi menyatakan, inti permasalahan PLN yaitu soal pendanaan dan regulasi. Ia menyebutkan, sepanjang masa kepemimpinannya masalah pendanaan untuk pembangunan infrastruktur listrik sudah dapat diselesaikan secara bertahap.

Ia mencontohkan untuk pendanaan seluruh proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap I sudah diselesaikan PLN. Hingga bulan Desember ini, PLN sudah mengantongi pinjaman sebesar US$ 4,931 miliar dan Rp 19,613 triliun yang berasal dari perbankan China dan domestik untuk pendanaan proyek itu.

Untuk meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan, PLN juga telah menerbitkan obligasi, mengajukan kredit ekspor kepada pemerintah, meminta diberikan margin subsidi, dan juga mengusulkan pengalihan utang PLN menjadi penyertaan modal negara kepada pemerintah.

“Soal subsidi kita juga sudah menekan subsidi dari Rp 78 triliun menjadi Rp 37 triliun. Jadi ini semua tinggal diteruskan karena program penghematan subsidi melalui pengalihan penggunaan bahan bakar minyak di pembangkit dengan menggunakan gas sudah dilakukan,” papar dia.

Begitupun soal daerah-daerah yang mengalami pemadaman dari tahun ke tahun terus mengalami penyusutan. Fahmi menyebutkan, pada tahun 2007, jumlah daerah padam terdapat 31 lokasi, namun di akhir 2008 hanya tinggal 14 lokasi dan saat ini jumlah daerah padam hanya 12 lokasi.

“Dan ini sudah ada programnya dan akan diselesaikan pada tahun 2010, dimana sebagian sudah tender. Tinggal nyala pada 2010,” ungkap dia.

Kondisi kelistrikanpun akan semakin baik, saat proyek 10.000 MW sudah selesai. Kehadiran proyek tersebut akan meningkatkan efisiensi kepada BUMN listrik tersebut karena bahan bakar yang digunakan pembangkit di proyek itu menggunakan batubara sehingga biaya produksi listrik menjadi rendah.

“Jadi PR-PR di bidang ketenagalistrikan sudah hampir selesai, tinggal ditambahkan lagi supaya lebih baik. Saya titip ini semua kepada Pak Dahlan,” tandas dia.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…