Kamis, 24 Desember 2009 12:40 WIB Solo Share :

Calon independen roadshow

Karangasem (Espos) — Calon walikota dari jalur perorangan atau independen, Slamet Subagyo, menggiatkan roadshow untuk mendongkrak pencitraan pencalonan dirinya. Tak hanya turun ke basis massa, Slamet beserta tim teritorialnya juga silaturahmi ke media massa.
”Ini merupakan bagian roadshow kami. Selain ke SOLOPOS, kami juga silaturahmi ke sejumlah stasiun radio,” terang Slamet ketika melakukan silaturahmi ke Griya Solopos, Rabu (23/12).
Slamet beserta tim pendukungnya, yaitu Komunitas Independen Solo (KIS), diterima Pemimpin Redaksi SOLOPOS YA Sunyoto, Redaktur Pelaksana Anton Wahyu serta Redaktur Kota Solo Niken Satyawati.
Slamet mengakui, pencitraan menjadi salah satu faktor penting dalam pencalonan dari jalur perorangan atau independen. Apalagi calon yang bakal dihadapinya merupakan calon-calon kuat yang diusung partai politik. Namun Slamet menyatakan siap bertarung dengan jago-jago dari partai politik dalam Pilkada 2010. ”Untuk melahirkan sesuatu yang baru membutuhkan keberanian. Kalah menang dalam kompetisi adalah hal yang sangat wajar,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator KIS, Heru Sutarto menegaskan pihaknya siap menggalang dukungan untuk calon independen. Penggalangan dukungan itu diwujudkan dalam bentuk pengumpulan foto kopi KTP serta tanda tangan warga.
Heru menegaskan, pihaknya mempunyai basis massa atau kantong-kantong suara yang tersebar di 51 wilayah kelurahan, bahkan hingga tingkat RW dan RT. ”Upaya menggalang dukungan sudah kami lakukan. Tim telah terjun ke kantong-kantong suara di 51 wilayah kelurahan. Kami juga sudah menghitung kekuatan partai politik menghadapi Pilkada,” tandas Heru.
Selain menggalang dukungan nyata dari kantong-kantong suara yang diupayakan oleh KIS, Slamet juga menggali potensi massa melalui organisasi-organisasi sosial yang digelutinya selama ini. Melalui organisasi sosial ini, ia optimistis akan mendapat banyak dukungan. iik

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…