Rabu, 23 Desember 2009 21:04 WIB Sragen Share :

Rekrutmen CPNS Sragen dinilai sarat KKN dan tidak transparan

Sragen (Espos)–Fraksi PKS Sragen bakal mengusulkan terhadap unsur pimpinan DPRD untuk melakukan pemanggilan terhadap tim seleksi CPNS dalam waktu dekat.

Upaya pemanggilan dimaksudkan untuk meminta keterangan sekaligus mengklarifikasi beredarnya rumor terjadinya praktik KKN selama berlangsungnya tes tersebut.

Menurut Wakil Ketua F-PKS Sragen, Aris Surawan terdapat sejumlah peserta CPNS di Bumi Sukowati yang mengaku kesal dan emosi melihat isu dugaan KKN yang ada. Agar persoalan ini tidak berlangsung berlarut-larut dan tidak menimbulkan rasa dendam di masyarakat, mestinya tim seleksi CPNS bersedia melonggarkan waktu memberikan keterangan di hadapan anggota DPRD.

“Kami menantang tim seleksi untuk menjawab semua rumor tidak sedap yang ada. Dalam hal ini, PKS ikut prihatin dan merasa perlu mengusulkan untuk mendatangkan tim seleksi ke Dewan,” katanya kepada Espos, Rabu (23/12).

Lebih lanjut dia mengatakan, terdapat sejumlah pelamar CPNS yang mengadukan terjadinya isu KKN saat dilangsungkannya berbagai tahapan CPNS. Di antara pelamar yang merasa kecewa dan mengadukan ke posko PKS, yakni pelamar dari guru SD, perawat, penerjemah, dan guru SMP.
“Dari mereka ada yang mengatakan bahwa untuk lolos rekrutmen CPNS harus menggunakan uang. Bagi yang tidak menmbayar akan sulit untuk lolos,” jelas dia.

Dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang ada, Aris Surawan sangat menyayangkan adanya mafia CPNS yang bergentayangan selama proses rekrutmen berlangsung. Hal tersebut membuktikan bahwa pengadaan CPNS di lingkungan Kabupaten Sragen tidak transparan dan tidak profesional.

Guna meminimalisasi rumor penyimpangan yang terjadi di tahun-tahun mendatang, sudah saatnya pengadaan tim seleksi CPNS diserahkan kepada pemerintah pusat.

pso

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…