Rabu, 23 Desember 2009 17:11 WIB News Share :

Jemaah haji asal Magelang meninggal di pesawat

Boyolali (Espos)–Pemulangan jemaah haji Kloter 57 asal Kabupaten Magelang, Selasa (22/12) malam dibikin geger. Peyebabnya, Muhilal bin Ali Muhtar, 76, salah satu jemaah haji asal kampung Karang RT 03/ RW II Sumur Arum Grabag Magelang meninggal di dalam closed pesawat terbang.

Informasi yang dihimpun Espos dari Humas Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adisoemarmo Solo, Muhilal mengembuskan nafas terakhirnya ketika pesawat yang ditumpanginya lepas landas baru tiga jam dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah atau sekitar pukul  21.45  waktu arab Setempat (WAS).

“Pesawat mulai lepas landas sekitar pukul 18.45 WIS. Dan ketika masih berada di atas tanah Arab, jiwa Muhilal sudah tak tertolong,” ujar PPIH, Zainal Abidin.

Zainal menjelaskan, keterangan dari petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) menyebutkan, kondisi kesehatan Muhilal ketika berangkat haji tak mengalami gangguan fisik yang berarti. Namun, begitu tiba di Mekkah dan menjalankan ritual lempar jumroh, kondisi kesehatannya diketahui drop. Bahkan, Muhilal sempat hilang dari Maktab selama tiga hari.

“Setelah dicari-cari, ternyata Muhilal tengah dirawat di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonsia-red) Aziziyah,” ujarnya.
Sejak itulah, Muhilal terus mendapatkan pantauan dari TKHI dalam aktifitas keseharian dan ibadah hajinya lantaran kondisi fisiknya begitu lemah. Tak jarang, Muhillal kerap ditemukan pingsan mendadak di Mekah.

“Sampai-sampai, makan saja harus disuap karena dia tidak mau makan sama sekali,” kata Zainal. Waktu pemberangkatan pulang pun tiba. Muhilal pulang sesuai Kloter yakni Kloter 57 bersama rombongannya Selasa (22/12) malam sekitar pukul 16.45 WIS. Kabar duka itu pun tiba.

Kali ini, Muhilal pulang di dalam pesawat tak lagi pingsan. Melainkan sudah tak bernyawa. Dan yang membikin geger penumpang haji asal Kabupaten Magelang itu ialah, kematian Muhilal dalam posisi duduk di dalam closed pesawat.

“Yang tahu adalah jemaah sampingnya. Ketika merasa tak enak karena masuk closet kok lama sekali. Setelah dijenguk, ternyata Muhilal ditemukan duduk di closet dan tak lagi bernyawa,” jelasnya.

Dengan meninggalnya Muhilal, maka jumlah jamaah haji yang wafat hingga kedatangan Kloter 54 asal Kabupaten Magelang telah mencapai 60 orang. Tiga di antaranya meniggal di dalam pesawat. Keluarga Muhilal yang menjemput di Asrama Haji Donohudan (AHD) mengaku bahwa, kondisi kesehatan almarhum sejak awal memang mengidap penyakit komplikasi. Keluarga pun bisa menerima kabar tersebut. “Keluarga mendapatkan asuransi senilai Rp 32 juta atas meninggalnya Muhilal,” imbuhnya.
asa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…