Rabu, 23 Desember 2009 12:21 WIB Ah Tenane Share :

Helm gondrong

23jonkoploPas hari Minggu beberapa waktu lalu, Lady Cempluk yang bekerja sebagai staf Humas di sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Solo ini punya tiga acara sekaligus, yakni kebaktian, mengunjungi saudara dan njagong manten.
Tak kurang akal, agar bisa tampil beda di tiga acara tanpa harus bolak-balik ke rumah, Cempluk berangkat membawa tas agak besar untuk tempat baju dan wig alias rambut palsu yang akan dipakai untuk njagong nanti.
Setelah mendatangi acara-acara lain, Cempluk segera ngampiri Gendhuk Nicole sekaligus nunut ganti baju dan memakai wig untuk njagong manten temannya. Setelah siap, berangkatlah Cempluk dan Nicole dengan sepeda motor.
Sampai di gedung resepsi Cempluk turun dari motor, buka helm dan langsung ngetiging jalan kaki tanpa mikir sisiran lagi karena pikirnya wig tak perlu disisir. Dengan gaya sangat PD, Cempluk senyum sana senyum sini sambil berhai-hai setiap ketemu kenalan. Cuma yang mengherankan, kalau biasanya teman-temannya pada ngalem dandanannya, kali ini tidak, malah ada yang berkomentar, ”Barusan bangun tidur ya?”
Begitu sampai di tempat penerima kado, Cempluk dibisiki seorang teman. ”Bu! Nuwun sewu, itu lho, rambutnya mbok ya disisir. Mosok mau resepsi kok rambutnya dikucir dan kepalanya ditutup harnal?”
Dengan gerak refleks Cempluk langsung pegang kepala… ”Lho! wigku endi?” batinnya.
Tanpa pikir panjang Cempluk langsung balik kanan dan cepat-cepat ke tempat parkir untuk mencari wignya. Dan benar saja, rambut palsu itu masih nyangkut di helmnya yang tadi ia pakai! Kiriman C Ikka Sri Litnaniyah, Jl Kutai VII No 11 RT 07/RW VII, Sumber, Banjarsari, Solo

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…