Rabu, 23 Desember 2009 17:20 WIB Internasional Share :

Filipina umumkan gencatan senjata dengan pemberontak Maoist

Manila–Pasukan Filipina akan menangguhkan  serangan militer terhadap  pemberontak Maoist selama 60 jam sehubungan Natal , tetapi akan tetap siaga , kata seorang pejabat senior pemerintah, Rabu.

Manila juga akan melaksanakan gencatan senjata 24 jam pada Tahun Baru, kata Sekretaris Eksekutif Eduardo Ermita kepada wartawan.

“Kami menyerukan mereka (pemberontak) tidak mengambil keuntungan  atas situasi itu dan mengganggu liburan Natal  rakyat Filipina,” kata Ermita dalam penjelasan kepada wartawan di istana presiden.

Gencatan senjata itu akan mencakup  Tentara Rakyat Baru (NPA) yang memiliki 4.000 anggota, yang telah melakukan pemberontakan sejak akhir tahun 1960-an. Konflik itu menewaskan sekitar 40.000 orang dan menghambat pertumbuhan ekonomi di desa-desa.

Para gerilyawan Maoist  diperkirakan akan melakukan tindakan serupa   dan memberlakukan gencatan senjata , tetapi serangan-serangan untuk memperingati ulang tahun ke-41 Partai Komunis Filipina (CPP) , sayap politik pemberontak  pada 26 Desember masih mungkin  dilakukan.

Filipina juga memerangi gerilyawan Moro di selatan , dan walaupun gencatan bilateral  dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF)  telah diberlakukan  dan kedua pihak  memulai kembali perundingan perdamaian  pada 8 Desember beberapa kontak senjata masih terjadi.

Tentara akan terus mengejar  satu kelompok bersenjata yang diduga berada di belakang  pembunuhan 57 orang  di selatan dan kelompok Abu Sayyaf , satu kelompok gerilyawan kecil yang terlibat penculikan di Filipina selatan, kata juru bicara  militer Letkol Romeo Brawner.

Sejak tahun 1986, pemerintah melaksanakan gencatan senjata  pada hari libur dengan pemberontak komunis  saat negara yang berpenduduk mayoritas beragama Katolik Roma itu merayakan  liburan Natal terlama  di dunia.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…