Rabu, 23 Desember 2009 16:11 WIB Internasional Share :

DK PBB akan kenakan sanksi terhadap Eritrea

New York–Dewan Keamanan PBB akan mengenakan sanksi terhadap  Eritrea, Kamis  karena menurut para anggota dewan negara Tanduk Afrika itu memberikan bantuan kepada kelompok gerilyawan Islam di Somalia.

Amerika Serikat dan negara-negara lain  menuduh Eritrea memberikan dana  dan senjata kepada  milisi Al Shabaab  saat kelompok itu berusaha menggulingkan pemerintah sementara dukungan AS  di Somalia, sebuah negara yang kacau selama 18 tahun. Eritrea berulang-ulang membantah tuduhan itu.

Satu resolusi  diperkirakan akan mendapat dukungan semua anggota Dewan Keamanan PBB kecuali satu negara untuk memberlakukan embargo senjata. Resolusi itu juga akan membekukan aset-aser  dan larangan perjalanan  pada individu-individu Eritrea  dan perusahaan disusun oleh komite sanksi. Resolusi itu juga dikenakan termasuk para anggota dewan pimpinan Eritrea.

Satu rancangan resolusi yang diperoleh Reuters menuntut agar Eritrea “menghentikan memberikan bantuan senjata , pelatihan dan peralatan militer kepada kelompok-kelompok bersenjata  dan anggota-anggota mereka termasuk Al Shabaab, yang bertujuan untuk mengacaukan  wilayah itu” dan juga menyelesaikan sengketa perbatasan dengan Djibouti.

Resolusi itu menetapkan  “tindakan-tindakan Eritrea itu merusak  perdamaian dan rekonsiliasi di Somalia serta sengketa antara Djibouti dan Eritrea menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.”

Eritrea merupakan negara baru pertama  jadi sasaran sanksi-sanksi PBB sejak Iran Desember  2006.

Para anggota Dewan Keamanan mengatakan Uganda  semula menyusun  resolusi itu setelah Uni Afrika  Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara itu Mei menghukum  Eritrea atas perannya di Somalia. Tetapi Eritrea menuduh penyusun sebenarnya adalah Amerika Serikat.

Dalam sepucuk surat  kepada dewan itu pekan lalu menyebut  sanksi-sanksi itu sebagai “tindakan-tindakan penghukuman  yang menggelikan,” kata duta besar Eritrea untuk PBB, Araya Desta dan memperingatkan bahwa tindakan itu  menyeret wilayah itu dalam lingkaran lain konflik  karena hal itu mungkin mendorong Ethiopia  melakukan petualangan militer secara serampangan.”

Ethiopia,seteru Eritrea  menduduki Somalia tahun 2006 dengan diam-diam  didukung AS untuk menggulingkan pemerintah gerakan pengadilan Islam  darr Mogadishu. Ethiopia menarik pasukannya  awal tahun ini.

Dalam satu percakapan telepon  dengan Reuters pekan lalu, Desta menegaskan bahwa “banyak negara Afrika  tidak mendukung gagasan sanksi-sanksi itu. ” Ia mengatakan Eritrea  mendesak Uni Afrika melakukan pertemuan tahun depan untuk membicarakan masalah sanksi-sanksi itu.

Walaupun AU secara resmi mendukung sanksi-sanksi terhadap Eritrea itu , ketua kelompok itu sekarang, Libya diperkirakan merupakan satu-satunya negara  yang tidak mendukung resolusi itu. Libya menjadi anggota dewan itu selama dua tahun , tetapi tidak memiliki hak veto.

Satu badan PBB yang mengawasi senjata , yang dibentuk  untuk mencatat pelanggaran embargo senjata tahun 1992 terhadap Somalia  mengatakan Eritrea mengirim amunisi dan memberikan dukungan logistik kepada kelompok perlawanan Somalia.

Tidak banyak tanda bahwa usaha terbaru untuk membentuk satu pemerintah pusat  di Somalia  akan terwujud.
Ant/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…