Rabu, 23 Desember 2009 21:28 WIB Hukum Share :

Bayi tewas diduga karena dianiaya ayah sendiri

Solo (Espos)–Polisi melakukan penyelidikan atas tewasnya bayi berusia delapan bulan, Natasya, Selasa (22/12) lalu. Ada dugaan bayi perempuan tersebut tewas secara tidak wajar.

Muncul dugaan kematian bayi itu disebabkan oleh perbuatan dari ayahnya, Suparno, 39, yang sering berbuat kasar terhadap anak keduanya itu. Informasi yang dihimpun Espos, Rabu (23/12), menyebutkan, bayi tersebut sering menangis ketika ayahnya datang.

Diketahui, Parno menikah dengan Suyem secara siri dan tinggal di daerah Gondang, Banjarsari. Pada Senin (21/12) lalu, Natasya dibawa ke rumah sakit (RS) Brayat Minulya Solo sekitar pukul 23.00 WIB. Dia dibawa ke RS oleh Suyem dan warga karena panas dan pilek.

Namun, karena kondisinya parah, Selasa lalu pukul 14.00 WIB, Natasya meninggal. Munculnya kecurigaan korban tewas secara tidak wajar setelah adanya luka lebam di sejumlah tubuhnya yaitu bagian hidung, lengan tangan dan punggung.

Polisi yang curiga akhirnya melakukan penyelidikan. Bahkan, polisi juga sempat mendatangi Patuk Lor, Ngadirojo, Wonogiri tempat bayi itu dimakamkan. Namun, sampai lokasi, jenazah bayi itu telah dikebumikan. Parno dan Suyem dibawa ke Poltabes Solo untuk dimintai keterangan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Parno sering berbuat kasar terhadap anaknya. Dia mengaku gemas terhadap anaknya karena saat dirinya datang, anaknya sering menangis. “Saya gemas saja, tidak ada niatan apa-apa, paling mencubit. Saat saya datang, selalu menangis,” kata Parno.

Pernikahannya dengan Suyem, Parno dikaruniai dua anak yaitu Linsa dan Natasya. Selama ini Parno tinggal di Wonogiri dan menemui anak dan isterinya hanya satu kali dalam sepekan. Sedangkan Suyem mengaku, anaknya Natasya sudah sakit pilek sejak satu pekan terakhir. Karena semakin parah akhirnya dibawa ke RS Brayat Minulya. Selama ini, suaminya kadang memang berbuat kasar kepada anaknya.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto menegaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus itu. “Kami mintai keterangan dulu. Belum bisa dipastikan,” ujar dia. Polisi juga meminta rekam medis dari korban yang sempat dirawat di RS untuk mengetahui penyebab kematian bayi tersebut.
dni

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…