Rabu, 23 Desember 2009 14:44 WIB News Share :

Banjir genangi 25 desa di Indragiri Hulu

Pekanbaru–Banjir akibat luapan Sungai Indragiri mengenangi sedikitnya 25 desa di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Berdasarkan data Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Kabupaten Inhu, Rabu, sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) menjadi korban banjir yang datang tiap tahun itu.

“Ketinggian air rata-rata mencapai satu meter,” kata Kepala BKS Inhu Zulfahmi Adrian.

Ia mengatakan banjir sebenarnya telah terjadi sejak sepekan lalu, dan belum juga surut akibat curah hujan yang cukup tinggi di daerah tersebut. Meski begitu, lanjutnya, warga masih memilih untuk bertahan di rumah mereka yang sebagian berkonstruksi rumah panggung.

“Meski begitu, banjir ini juga telah merusak belasan hektare lahan pertanian warga,” ujarnya.

Menurut dia, banjir di menggenangi puluhan desa di tujuh kecamatan. Kecamatan Peranap terdapat dua desa yang terendam banjir, Kelayang lima desa, Lubuk Batu Jaya tiga desa, Rengat Barat empat desa, Rakit Kulim lima desa, Sei Lalak dua desa dan Rengat empat desa. 

Ia mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan penyaluran bantuan untuk para korban banjir tersebut.

“Bantuan dari provinsi sudah tiba dan dalam persiapan untuk disalurkan,” katanya.

Bantuan yang siap disalurkan, ujarnya, berupa tiga ton beras, 100 kotak mie instan, 300 botol minyak goreng, 50 paket family kid, selimut 200 lembar, tikar 100 lembar, seragam sd 400 lembar, daster 100 lembar, sarung 100 lembar dan kaos berkerah 100 lembar.

Selama bulan ini, banjir telah menggenangi sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Setidaknya terdapat lima daerah yang dilanda banjir yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Inhu, Pelalawan, Kampar dan Rokan Hulu.

Meski begitu, hingga kini banjir mulai surut di Pekanbaru dan Rokan Hulu.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…