Selasa, 22 Desember 2009 11:21 WIB Internasional Share :

Taiwan dan China adakan perundingan di tengah protes

Taichung–Utusan-utusan tinggi dari Taiwan dan China Selasa mulai berunding di balik pagar kawat berduri yang memisahkan mereka dari para pemrotes, yang berupaya menyetop pulau itu dihisap terus ke dalam orbit China daratan.

Chen Yunlin, kepala badan setengah resmi China yang menangani masalah Taiwan, memulai perundingan perdagangan di kota Taichung, di bagian tengah pulau yang diklaim oleh Beijing sebagai miliknya.

“Kami berharap pertemuan ini akan menghasilkan keberhasilan yang menyeluruh,” kata Chen, pada pembukaan pertemuan dengan timpalannya dari Taiwan, Chiang Pin-kung.

Pertemuan ini adalah keempat sejak Presiden Taiwan yang bersahabat dengan China, Ma Ying-jeou, mengambil alih kekuasaan pada Mei tahun lalu, dan bertolak pada program untuk mempererat hubungan kedua negara.

Para pemrotes anti China merancang demonstrasi sehari terhadap perundingan tentang perjanjian perdagangan yang kontroversial itu, yang mereka khawatirkan akan mendorong Taiwan semakin dekat dengan China.

“Taiwan tak pernah menjadi bagian dari China,” kata seorang pemrotes, Tsai Ting-kui.

“Kami ingin masyarakat global memahami ketidak inginan rakyat Taiwan untuk mendukung pilihan Ma Ying-jeou.”

Polisi  mengirim sejumlah besar petugas di sekeliling hotel tempat perundingan dilangsungkan. Pemerintah tampaknya berusaha mencegah terulangnya peristiwa yang menimpa Chen dalam kunjungannya tahun lalu, ketika bentrokan keras meletus dengan para pemrotes.

Taiwan, yang berpenduduk 23 juta jiwa, telah membangun semangat demokrasi sejak dia berpisah dari China, pada akhir perang sipil pada 1949. Ma berupaya mendesakkan perjanjian perdagangan dengan China, yang menurutnya akan membantu menciptakan lapangan kerja di pulau yang sedang dilanda resesi itu.

Namun demikian, para pemrotes mengingatkan bahwa perjanjian akan memberikan kontribusi bagi terkikisnya kemerdekaan de fakto pulau, yang dibentuk selama 60 tahun, dan mengatakan bahwa kesepakatan seperti itu tak akan membantu tenaga kerja.

Sejak Chen tiba di Taichung, Senin, dia mendapat sorotan dari berbagai kelompok penentang China, termasuk para aktivis Tibet.

Sekitar 500 anggota gerakan spiritual Falungong, yang dilarang China karena dianggap sebagai ‘pemuja setan’ pada 10 tahun lalu, juga menggelar aksi duduk di dekat tempat perundingan.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…