Selasa, 22 Desember 2009 13:07 WIB News,Ekonomi Share :

Serikat pekerja
Dahlan tidak paham bisnis PLN

Jakarta–Serikat Pekerja (SP) PLN tetap menolak Bos Group Jawa Pos Dahlan Iskan menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero). Jika pemerintah memaksa akan memilih Dahlan menjadi orang nomor 1 di BUMN listrik tersebut, SP PLN mengancam akan melakukan demonstrasi.

“Kalau pemerintah tetap memaksa Pak Dahlan menjadi Dirut PLN, maka kami akan melakukan demonstrasi. Itu merupakan salah satu opsi yang akan kami ambil untuk mengekspresikan penolakan kami,” ujar Ketua Umum SP PLN Riyo Supriyanto saat dihubungi detikFinance , Selasa (22/12).

Riyo menyatakan, kehadiran Dahlan dalam top manajemen PLN dikhawatirkan akan menyebabkan hubungan antara manajemen dan serikat pekerja menjadi tidak harmonis.

“Dan hal ini nantinya bisa saja menyebabkan penurunan kinerja perusahaan,” kata dia.

Riyo menjelaskan, penolakan-penolakan terhadap masuknya Dahlan ke dalam tubuh PLN sudah terlihat sejak kabar tersebut mulai beredar. Hal ini ditunjukan dengan poster-poster berupa penolakan masuknya direksi dari orang luar yang dipasang di kantor-kantor cabang PLN di Indonesia.

Riyo menyatakan penolakan SP PLN terhadap kehadiran Dahlan bukanlah tanpa dasar. Ia memaparkan beberapa alasan yaitu Dahlan dinilai tidak memahami proses bisnis PLN dan dikhawatirkan penempatan Dahlan sebagai Dirut PLN hanya karena alasan politik.

Selain itu, dia juga khawatir akan terjadi benturan kepentingan, karena yang bersangkutan memiliki usaha pembangkit tenaga listrik di wilayah kelistrikan Kalimantan Timur dan menjualnya ke sistem PLN sehingga akan berpotensi akan terjadi kolusi dan nepotisme.

“Kalaupun dia siap menjual, tapikan menjual pembangkit butuh waktu lama. Selama itu belum laku, maka ia akan menjadi penjual dan pembeli listrik sehingga kami khawatir akan terjadinya kolusi dan nepotisme,” paparnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Bos Grup Jawa Pos, Dahlan Iskan hingga kini masih belum menerima pemberitahuan soal pemilihan dirinya menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero).

“Belum tahu dan belum diberitahu, memangnya jadi?” ujar Dahlan dalam pesan singkatnya.

Dahlan mengaku lebih senang dengan posisinya sekarang sebagai orang bebas yang tidak menjadi pejabat publik.

“Saya lebih senang menikmati status saya sebagai orang bebas seperti anda sekarang ini,” kata Dahlan.

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…