Selasa, 22 Desember 2009 19:30 WIB Solo Share :

PMI waspadai tiga waktu kritis stok darah

Solo (Espos)–Meski stok darah akhir tahun 2009 dinyatakan aman, namun PMI Solo tetap mewaspadai tiga waktu dalam satu tahun putaran yang rawan krisis darah. Ketiga waktu itu ialah liburan akhir tahun, liburan sekolah pertengahan tahun, dan bulan puasa.

“Ketiga waktu itu selalu memicu terjadinya krisis darah di manapun itu tempat. Karena, 70% pendonor darah adalah pelajar dan umat muslim,” ujar Sekretaris Umum PMI Solo kepada wartawan dalam acara silaturahmi dengan pendonor darah se-Soloraya di Taman Balekambang, Selasa (22/12).

Meski ada ancamana krisis, namun selama dua tahun terakhir ini PMI Solo selalu lolos dari ancaman krisis darah. Hal itu, kata dia, berkat gencarnya sosialisasi akan pentingnya kesadaran berdonor darah sehingga ancaman stok kosong darah terlewati. “Akhir tahun ini saja, PMI Solo masih punya cadangan sebanyak 2.000 kantong darah di tengah ancaman krisis darah,” lanjutnya.

Dalam acara silaturahmi para pendonor darah tersebut, sebanyak 30-an pendonor darah mendapatkan penghargaan sebagai pejuang kemanusiaan yang paling rajin dan paling intens. Mereka ialah para pendonor darah yang menjadi tulang punggung misi kemanusiaan yang diemban PMI Solo. “Ada yang dari perwakilan organisasi keagamaan, seperti MTA dan organisasi sosial kemasyarakatan, hingga perorangan,” imbuh Ketua Panitia acara, Titis Wahyudiono.

asa

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…