Selasa, 22 Desember 2009 19:12 WIB News Share :

Miranda Curhat, Pansus mendadak senyap

Jakarta–Suasana ruang rapat Pansus Angket Century mendadak sunyi senyap. Penyebabnya mantan Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom yang sedang dimintai keterangan mengenai kebijakan bailout Bank Century tiba-tiba saja curhat.

Kejadian ini bermula dari rasa tidak puas sebagian anggota Pansus Century terhadap Miranda yang beberapa kali menjawab tidak tahu dan tidak ingat atas sejumlah pertanyaan yang mereka ajukan. Merasa dirinya dianggap bodoh, Deputy Gubernur Senior BI itu pun bersedih hati.

“Saya disumpah, saya berkata benar kalau saya tidak tahu. Kalau saya menjawab tidak tahu itu karena memang saya benar-benar tidak tahu. Tetapi kenapa bapak-bapak tidak terima juga? Kok saya terus ditanya mengapa tidak tahu dan tidak ingat, seolah saya ini orang bodoh,” kata Miranda sedih.

Mendengar keluhan ini, Akbar Faizal segera bereaksi. “Ibu, tidak ada di ruangan ini yang mengatakan Ibu bodoh. Saya ingatkan ya Bu,” ujar politisi dari Fraksi Hanura ini.

Tetap dengan nada lirih, Miranda mencoba menjelaskan posisi dirinya. Di dalam struktur BI setiap pejabat mempunyai cakupan tugas yang jelas dan tegas sehingga boleh jadi satu sama lain tidak saling mengetahui secara detail apa saja yang menjadi pertimbangan dalam mengambil suatu langkah kebijakan tertentu.

“Saya beritahu ya Pak, pertanyaan Bapak-bapak itu seharusnya ditanyakan ke Deputy Pengawasan. Mengapa tidak dipanggil Deputy Pengawasan? Mengapa yang dipanggil hanya Miranda? Saya tidak tahu masalah pengawasan itu. Saya merasa didiskriminasi. Semestinya yang dipanggil yang tahu pengawasan, yakni Aulia Pohan, Maman Sumantri dan Siti Fajriah,” paparnya.

Usai curhat tentang pertanyaan salah alamat itu Miranda sampaikan, untuk sesaat suasana ruang rapat menjadi hening. Tidak ada satu pun dari anggota Pansus yang mencoba menyela hingga salah satu di antara mereka memecah keheningan dengan kembali melontarkan pertanyaan.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…