Selasa, 22 Desember 2009 11:12 WIB Internasional Share :

Kelompok bantuan
Masyarakat internasional gegal di Gaza

London–Masyarakat internasional telah mengkhianati rakyat Gaza karena gagal mengakhiri blokade Israel untuk memungkinkan wilayah itu dibangun kembali, sejumlah 16 kelompok hak asasi manusia mengatakan dalam laporan Selasa (22/12).

Laporan itu membuktikan bahwa Israel telah melanggar hukum kemanusiaan internasional dengan melaksanakan “hukuman kolektif” dengan blokade tak pandang bulu di Gaza, menghukum semua orang karena tindakan beberapa orang.

Pemerintah Israel hanya membolehkan 41 muatan trek material bangunan ke Gaza sejak berakhirnya serangan Israel tiga pekan bulan Januari lalu, kata laporan itu, yang menambahkan bahwa ribuan pengiriman muatan trek seperti itu akan dibutuhkan untuk memperbaiki rumah mereka.

“Negara-negara besar dunia telah gagal dan bahkan mengkhianati warga biasa Gaza,” kata Jeremy Hobbs, direktur eksekutif Oxfam International.

“Mereka meremas-remas tangan dan mengeluarkan pernyataan, tapi hanya melakukan sedikit tindakan yang berarti untuk berupaya mengubah kebijakan yang merusak yang mencegah pembangunan kembali, pemulihan perorangan dan penyembuhan ekonomi,” ia menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Laporan itu, yang dibuat oleh 16 kelompok hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional dan Barat, dikeluarkan bertepatan dengan ulang tahun pertama serangan Israel ke Gaza tersebut.

Pembangunan kembali Gaza, yang menampung 1,5 juta orang, telah dihambat oleh blokade Israel yang menghentikan material seperti semen dan baja untuk mencapai wilayah yang diperintah-Hamas itu, meskipun ada miliaran dolar janji bantuan.

Menerapkan blokade Gaza dengan bantuan Mesir, Israel mengatakan pihaknya membatasi pasokan meterial yang dapat digunakan untuk tujuan militer oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya yang mengatakan mereka bertekad untuk menghancurkan negara Yahudi itu.

Berita terakhir dari Kairo menyebutkan bahwa Mesir sedang membangun tembok baja bawah tanah antara perbatasan Mesir dan Gaza, yang selama ini sering digunakan untuk menyelundupkan barang ke Gaza. Jurubicara kementerian luar negeri Israel Yigal Palmor menyalahkan Hamas atas pembatasan itu.

“Orang-orang yang ingin Gaza memiliki akses bebas ke dunia pertama-tama dan terutama harus bekerja keras menghentikan pemerintah teror Hamas, agar perlintasan ke Israel dan ke Mesir dapat dioperasikan tanpa ketakutan,” katanya.

Para penyusun laporan itu mendesak Uni Eropa untuk melakukan tindakan segera guna menjamin pencabutan blokade tersebut.

Laporan itu menyatakan 90 persen orang di Gaza menderita pemutusan listrik empat hingga delapan jam satu hari. Kualitas air yang buruk juga merupakan keprihatian besar bagi badan bantuan, dengan diare menyebabkan 12 persen kematian kawula muda.

Israel melancarkan yang disebut operasi “Cast Lead” Desember lalu untuk berupaya menghentikan serangan roket ke Israel dari Jalur Gaza.

Korban tewas perang Gaza itu lebih dari 1.400 orang, menurut kelompok hak asasi manusia Palestina, dan sekitar 1.000 orang menurut Israel yang mengatakan 13 warganya juga mati dalam perang itu.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…