Selasa, 22 Desember 2009 10:43 WIB News Share :

Harga gula dan beras naik Rp 14.000/kg di Kupang

Kupang–Harga gula pasir dan beras pada sejumlah pasar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang Hari Raya Natal 2009 dan Tahun Baru 2010 melonjak naik menjadi Rp 14.000/kg dari harga sebelumnya Rp 9.000/kg.

Pantauan ANTARA di Pasar Naikoten, Oebobo dan Oeba Kupang sepanjang Senin hingga Selasa menunjukkan, kecenderungan naiknya harga kedua komoditas tersebut akibat tingginya permintaan, sedang stoknya sangat terbatas.

Dua pekan sebelumnya, harga gula pasir dan beras baru mencapai Rp 12.000/kg dari harga normal Rp 9.000/kg, namun sepekan menjelang Natal dan Tahun Baru, kedua komoditas itu terus merangkak naik hingga posisi Rp 14.000/kg.

Ny Aminah, seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Kelurahan Kayu Putih mengharapkan pemerintah segera menetralisir harga dengan melakukan operasi pasar murah (OPM), karena harga kebutuhan pokok di perkirakan akan terus meningkat hingga akhir 2009.

“Kondisi cuaca yang tidak bersahabat saat ini akan menghambat distribusi sembilan kebutuhan pokok (Sembako) dari Surabaya menuju Kupang,” tambah Ny Lucia, seorang warga lainnya dari Kelurahan Fatufeto.

Naiknya harga kedua kebutuhan pokok itu (gula pasir dan beras), menurut dia, sudah masuk dalam kategori tidak wajar, meskipun sangat dibutuhkan oleh masyarakat menghadapi Natal dan Tahun Baru 2010.

“Dengan sangat terpaksa kami membeli karena memang dibutuhkan,” tambah Ny Maria dari Kelurahan Penfui Kupang.

Anwar, salah seorang penjual sembako di Pasar Oebobo mengatakan, kenaikan harga beras saat ini akibat meningkatnya kebutuhan menjelang Natal, sementara stok yang ada di pasaran sangat terbatas.

“Demikian pun halnya dengan gula pasir. Kami menjual dengan harga tersebut (Rp 14.000/kg) sesuai dengan alur pasar, karena di tingkat agen mereka sudah mematok dengan harga yang tinggi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian NTT Eddy Ismael yang dihubungi secara terpisah mengatakan, kenaikan harga gula pasir dan beras tersebut dipicu oleh faktor mekanisme pasar dan hukum ekonomi serta cuaca.

Dia mengaku harga gula pasir di sejumlah pasar dalam wilayah provinsi kepulauan ini sejak awal Desember sudah mulai merangkak naik hingga tembus angka Rp 14.000/kg.

Tingginya harga gula pasir di NTT, kata Ismael, juga dipicuĀ  oleh menipisnya persediaan komoditas tersebut pada sejumlah distributor lokal dan nasional.

“Saya mengimbau semua distributor untuk tidak memanfaatkan situasi ini untuk menimbun gula guna mendapat keuntungan yang berlimpah,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga komoditas tersebut di pasaran. Secara nasional, kata Ismael pemerintah pusat berencana membuka kran impor gula demi memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri.

“Karena stok nasional juga menipis, maka tentunya harga gula cenderung naik. Mudah-mudahan impor gula cepat terealisasi agar bisa secepatnya dimanfaatkan untuk mengendalikan harga,” katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…