Senin, 21 Desember 2009 21:37 WIB Solo Share :

Serikat Pekerja PLN APJ Solo tolak direksi dari luar PLN

Solo (Espos)–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja PT PLN APJ Solo menyampaikan suaranya terkait proses pergantian direksi PT PLN (Persero) yang saat ini sedang berjalan. Serikat Pekerja menyatakan menolak direksi berasal dari luar PLN.

Ketua Serikat Pekerja PT PLN APJ Solo, Ali Mashudi, menyampaikan wacana penolakan ini juga merupakan instruksi dari DPP Serikat Pekerja PT PLN (Persero). “Terlepas siapa para kandidat yang maju untuk menduduki jabatan direksi di PT PLN (Persero), kami serikat pekerja menyatakan menolak jika direksi adalah orang dari luar PLN,” tutur Ali, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (21/12).

Dari pantauan Espos, penolakan tersebut dilakukan dengan aksi pemasangan spanduk bertuliskan “DPC Serikat Pekerja PT PLN APJ Surakarta TOLAK Direksi dari luar PLN”. Spanduk tersebut di pasang di depan Kantor PLN APJ Solo. Dari informasi yang diterima, spanduk tersebut telah terpasang sejak Jumat (18/12) pekan lalu. Dan belum akan diturunkan sampai ada instruksi dari DPP.

Ali mengatakan, informasi dari DPP Serikat Pekerja PT PLN, aspirasi serikat pekerja PT PLN tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Negara (Menneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Sejak awal kami sudah memberikan tekanan kepada pemerintah melalui suara serikat pekerja  terkait rencana pergantian direksi. Silakan pemerintah bagaimana menyikapi, yang jelas kami serikat pekerja sudah mengantisipasi jika memang yang terpilih sebagai direksi di perusahaan milik negara ini orang dari luar PLN,” paparnya.

Menurut Ali, DPP sudah mempertimbangkan kemungkinan baik dan buruk jika PLN dipimpin orang dari luar PLN. “Yang jelas pasti berbeda. Dan pemasangan spanduk yang kemudian dibaca publik, merupakan action kami dan mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi kandidat jika terpilih sebagai direksi.”

haw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…