Minggu, 20 Desember 2009 14:25 WIB News Share :

Presiden Prancis dan Kanselir Jerman akan ke Indonesia

Jakarta–Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel akan melakukan lawatan ke Indonesia pada 2010 dan 2011.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu siang, sesuai menghadiri briefing dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Presiden tadi mengatakan Presiden Perancis akan berkunjung pada penghujung 2010 sedangkan Merkel akan berkunjung pada 2011,” katanya.

Pada kesempatan itu, Hatta belum dapat memberikan mengenai waktu tepat kunjungan kedua pemimpin negara Eropa itu.

Selain itu, kata dia, Kepala Negara juga menjelaskan mengenai hasil-hasil yang dicapai dalam lawatan Presiden ke sejumlah negara Eropa pada 13-20 Desember 2009 serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu.

Sebelumnya pada 15 Desember 2009 (waktu Indonesia), Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan kenegaraan ke Perancis dan melakukan pertemuan dwipihak dengan Presiden Sarkozy di Istana Elysee Paris.

Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada kesempatan itu Presiden Sarkozy menginginkan adanya perjanjian kerja sama strategis dengan Indonesia dalam segala bidang dalam sebuah kerja sama yang disebutnya sebagai kemitraan strategis tanpa batas.

“Prancis sangat lugas menekankan Indonesia sebagai negara yang berpengaruh secara global dan ingin adanya kemitraan strategis tanpa batas,” katanya seraya menyebutkan bahwa 2010 adalah peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Marty menambahkan, potensi kerja sama strategis itu sangat terbuka di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, teknik, sosial budaya dan juga politik. Pada kesempatan itu juga disepakati kebijakan bebas visa bagi perjalanan diplomatik dan dinas dari Indonesia ke Prancis.

Sementara itu dalam pertemuan antara Presiden Yudhoyono dengan Kanselir Merkel Berlin, kedua kepala pemerintahan banyak membahas mengenai kesiapan pelaksanaan Pertemuan Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen.

Presiden Yudhoyono dan Kanselir  Merkel menyatakan akan terus memastikan KTT Iklim yang berlangsung di Kopenhagen akan menghasilkan keputusan yang positif dan konstruktif bagi pencegahan laju pemanasan global. Presiden Yudhoyono melakukan lawatan ke Belgia, Prancis, Jerman dan Denmark pada 13-20 Desember 2009.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…