Minggu, 20 Desember 2009 20:21 WIB Karanganyar Share :

Lima PK walkout, Musda dituding penuh rekayasa

Karanganyar (Espos)–Lima Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Karanganyar memutuskan walkout saat Musyawarah Daerah (Musda) ke VIII, Sabtu (19/12), di sekretariat DPD setempat, menyusul kecurigaan forum itu yang telah direkayasa guna mendukung kandidat tertentu.

Ketua PK Kebakkramat, Wagiyo, dalam penegasannya kepada wartawan menyebutkan aksi walkout sejumlah PK yang dimotorinya sekaligus merupakan bentuk penolakan mereka terhadap hasil Musda yang menetapkan Juliyatmono sebagai Ketua DPD periode 2009-2014. Dia juga menyatakan pelaksanaan Musda tidak sah karena ada sejumlah pelanggaran peraturan pokok Musda oleh panitia.

“Jelas saya menolak. Musda dan hasilnya tidak sah, kenapa harus diikuti,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan perihal alasannya meninggalkan tempat kegiatan, Minggu (20/12). Terkait pasal-pasal dan peraturan yang dilanggar dalam Musda dan proses penetapan Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar periode lima tahun ke depan, dirinya belum bersedia memberikan penjelasan rinci mengenai hal itu.

Wagiyo memaparkan, kelima PK yang melakukan aksi walkout dari forum Musda ke VIII DPD Partai Golkar Karanganyar, akhir pekan lalu, secara berturut-turut berasal dari Karangpandan, Gondangrejo, Jumapolo, Colomadu, dan Kebakkramat. Dikemukakan pula, penetapan kembali Juliyatmono sebagai Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar oleh panitia Musda dinilai tergesa-gesa dan terlalu dipaksakan.

Secara terpisah, Ketua DPD Partai Golkar terpilih, Juliyatmono, menampik adanya tudingan rekayasa proses Musda untuk memenangkan dirinya secara aklamasi. Menurutnya semua telah dilaksanakan sesuai prosedur dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga (AD/ART) yang berlaku di Partai Pohon Beringin. Termasuk pernyataan dukungan dari 16 PK di seluruh Kabupaten Karanganyar yang menjadi acuan penetapan kepemimpinannya yang kali kedua lima tahun mendatang.

Disinggung tentang keberadaan pihak-pihak yang menentang dan menolak hasil Musda ke VIII itu, dia mengatakan fenomena itu sebagai sebuah ketidakpuasan yang waja, sehingga tidak perlu disikapi secara berlebihan. Juliyatmono yang juga Wakil Ketua DPRD Karanganyar itu menegaskan pula akan segera melakukan konsolidasi internal guna merangkul semua pihak, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung, demi membangun partai.

try

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…