Minggu, 20 Desember 2009 21:10 WIB Klaten Share :

Komisi II Klaten pantau perkembangan Umbul Ingas

Klaten (Espos)–Komisi II DPRD Klaten terus memantau perkembangan proyek Umbul Ingas tahap II yang direncanakan rampung pada akhir tahun ini. Pengawasan akan terus dilakukan mengingat legislatif tak ingin megaproyek yang telah menelan dana miliaran rupiah itu rampung dengan kualitas di bawah standar.

“Kami akan terus awasi (perkembangannya). Lagipula proyek itu bakal selesai akhir tahun ini kan?” tegas Ketua Komisi II DPRD Klaten, Andy Purnomo kepada Espos, Minggu (20/12), di Klaten.

Menurut Andy, pihaknya tak ingin proyek miliaran tersebut berakhir dengan kualitas yang di bawah standar. Apalagi, bila kualitas proyek sama saja dengan garapan tahap I pada tahun 2008 silam. Dari temuan Komisi II DPRD Klaten beberapa waktu lalu, legislatif memprotes habis-habisan penggarapan proyek Umbul Ingas tahap I itu. Kala itu, DPRD menemukan adanya lantai keramik yang telah pecah dan bolong, papan seluncur yang retak-retak dan lain sebagainya. Padahal saat itu, dana untuk menggarap Umbul Ingas tahap I habis lebih dari Rp 6 miliar.

“Proyek itu menggunakan uang rakyat yang tidak sedikit. Kami tidak rela bila dikerjakan asal-asalan,” jelas Andy.

Secara terpisah, untuk memberikan pemahaman kepada Pemkab Klaten dan para stakeholders daerah, Forum Pengembangan Ekonomi Lokal
(FPEL) telah menggelar studi lapangan ke Objek Wisata Owabong, Jawa Tengah (Jateng). Studi tersebut dilakukan,  untuk memberikan pemahaman kepada Klaten bagaimana mengelola dan memaksimalkan potensi daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Klaten, Sunarto yang juga sebagai bagian dari FPEL mengatakan, dari studi tersebut bisa dilihat bagaimana manajemen Owabong mengelola obyek wisata tersebut. “Bagaimana mengenai manajemennya, promosinya dan lain sebagainya bisa diketahui. Jadi bisa ditiru dan diperbaiki untuk pengelolaan di Umbul Ingas,” kata Sunarto.

Owabong, jelas Sunarto, dari segi sarana dan prasarana, tidak begitu terlihat menarik perhatian. Namun, melalui promosi dan metode manajemen yang benar, Owabong bisa menjadi sangat menarik bagi para wisatawan.
haa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…