Sabtu, 19 Desember 2009 17:55 WIB Ah Tenane Share :

Kapur inhaler

19jonkoploSebagai guru sejarah di sebuah SMP swasta di Solo, Jon Koplo harus banyak omong di depan kelas agar murid-muridnya mudheng kisah-kisah zaman dulu. Namun hari Senin dua minggu lalu, Pak Guru yang sederhana ini terpaksa tidak bisa banyak omong karena terserang pilek berat.
Tenggorokannya serak dan hidungnya mampet satu, sehingga saat mengajar pun tangannya tak lepas memegang sebuah inhaler alias obat pilek yang dihirup.
”Anak-anak, hari ini Bapak lagi pilek, jadi nanti hanya poin-poin penting saja akan Bapak terangkan,” kata Koplo yang langsung menulis di papan tulis, sementara para murid pun menyalin tulisan pada buku catatan mereka.
Sambil senggrak-senggrok Jon Koplo terus menempelkan inhaler-nya di hidungnya yang mampet. Bahkan seringkali inhaler-nya ia sumbatkan di hidung tanpa dilepas.
Hingga pada suatu ketika, saking judheg-nya nggagas hidung mampet, Jon Koplo sampai kelupaan, yang ia selipkan ke hidung bukan inhaler melainkan kapur tulis!
”Jadi pada zaman Majapahit terjadi banyak pemberontakan, ada Ronggolawe, Rakuti, Rasemi dan pemberontakan lain akibat mereka tidak sejalan dengan Raden Wijaya…” kata Koplo menerangkan sejarah Majapahit. Ia tidak menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya sehingga membuat para murid tertawa.
”Lho, kenapa? Apa ada yang lucu dari cerita Bapak?” tanya Koplo bingung dengan tawa para muridnya. ”Apakah di zaman Majapahit, kapur tulis bisa jadi obat pilek, Pak?” tanya Tom Gembus yang disambut ledakan tawa teman sekelasnya.
Setelah sempat bingung sejenak, Koplo baru ngeh kalau yang nempel di hidungnya ternyata bukan inhaler melainkan kapur tulis. Sementara inhaler yang ada di tangan kanannya sudah siap dipakai untuk menulis di papan tulis.
Seketika itu Jon Koplo ikut menertawakan dirinya. Lalu untuk menutupi rasa malunya, di tidak menerangkan lagi dan hanya mencatat di papan tulis sampai pelajaran usai.  Kiriman Conny Warsito, Nusukan RT 03/RW XVII, Banjarsari, Solo

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…