Sabtu, 19 Desember 2009 16:27 WIB News Share :

Ikut tur sepeda, Bupati Bantaeng jatuh dan terluka


Makassar–
Sungguh naas kejadian yang dialami Bupati Bantaeng saat mengikuti Tur Sepeda memperingati Hari Jadi Kabupaten Bantaeng ke-755. Bupati terjatuh dari sepedanya dan mengalami luka parah di bagian kepala.

Tur sepeda dilakukan dengan rute Makassar-Bantaeng yang berjarak 125 kilometer. Tur ini diikuti oleh 500-an peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, dimana mayoritas adalah masyarakat Bantaeng.

Rombongan yang dipimpin oleh Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah berangkat dari Makassar pukul 06.00 WITA, Sabtu (19/12). Dalam rombongan tersebut, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Bantaeng, Muh Yunus turut mendampingi.

Menurut seorang saksi mata kepada detikcom, Zainal Arifin yang turut serta dalam rombongan, insiden itu terjadi sekitar 12.00 WITA, tepat di depan Kantor DPRD Janeponto, sekitar 90 kilometer dari kota Makassar.

Zainal menceritakan posisi jalan waktu itu menanjak, sehingga Bupati ditarik dengan tali oleh pengawalnya yang mengendarai motor. Namun, mungkin karena jalan terlalu padat dan sudah capek, sepeda Bupati pun oleng.

“Lalu disenggol oleh Pak Yunus dari arah kanan, sehingga tali terlepas. Pak Bupati oleng ke arah kiri jalan dan keluar dari aspal. Pak Bupati pun jatuh tersungkur dan kepalanya terantuk batu. Meskipun memakai helm, kepala Pak Bupati berdarah, tepatnya di kening bagian tengah sobek,” jelas Zainal.

Zainal mengatakan Bupati tidak dapat melanjutkan perjalanan dan diantar pulang ke Bantaeng dengan menggunakan ambulance. Rombongan sudah memasuki Kabupaten Bantaeng pada pukul 13.00 WITA. Dikatakan Zainal, terhadap insiden ini, tanggapan para peserta tur beragam.

“Ada yang tertawa, tapi ada yang prihatin. Mereka kuatir dengan apa yang menimpa Pak Bupati,” tutupnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…