Sabtu, 19 Desember 2009 20:05 WIB Boyolali Share :

Harga beras terus merangkak naik

Boyolali (Espos)–Harga beras di pasaran di wilayah Boyolali mengalami lonjakan hingga Rp 500/kg. Kenaikan harga beras sedikit demi sedikit terus merangkak naik mulai awal Desember lalu.

Demikian disampaikan salah satu penyuplai beras di pasar darurat Pasar Kota Boyolali, Ojin Gondrong, 30 dan beberapa pedagang di pasar tersebut saat ditemui wartawan Sabtu (19/12).

Ojin menuturkan, untuk harga beras mentik wangi yang biasanya Rp 5.500/kg saat ini dijual seharga Rp 6.000/kg. Dijelaskan dia, kenaikan harga beras juga terjadi pada jenis lain yakni IR 64 yang semula Rp 5.200/kg menjadi Rp 5.400/kg dan beras membramo yang awalnya Rp 5.500/kg sekarang dijual Rp 6.000/kg.

“Kenaikan harga beras antara lain karena faktor banyak petani yang tidak panen. Penyebabnya yaitu banyak yang gagal panen karena faktor cuaca atau diserang hama. Di samping itu, stok-stok yang ada sudah dimasukkan ke Bulog,” terang Ojin, distributor dari Kopen, Teras, Boyolali.

Pedagang beras di pasar darurat, Siti, 61, Mitro, 65 dan Suti, 43 pun mengaku saat ini telah terjadi lonjakan harga beras. Harga beras terus naik.

Siti menyatakan, dirinya harus menaikkan harga penjualan beras karena dari distributor harga beras sudah naik. Suti menuturkan, pembeli banyak yang mengeluh dengan kenaikan harga beras.

nad

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…