Kamis, 17 Desember 2009 11:19 WIB Ekonomi Share :

Trimegah
Indeks semester I masih bisa tumbuh 30%

Solo (Espos)--Ekonomi makro semester awal tahun 2010 diprediksi mampu mendorong pertumbuhan indeks di bursa saham nasional hingga kisaran 30%.

Kendati demikian, Head of Equity Capital Market Development PT Trimegah Securities, Daniel D Seputra, pun menyampaikan kekhawatiran yang mungkin terjadi di semeter II tahun 2010, terkait kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) yang dinilai belum pulih pascakrisis ekonomi global.

“Akhir tahun 2008, AS sebagai negara sumber krisis dunia memberikan dana talangan kepada perusahaan yang mengalami gagal bayar. Dan kelonggaran tersebut diperpanjang hingga dua tahun, atau sekitar semester II tahun 2010,” terang Daniel di sela-sela Trim Investor’s Gathering yang mengangkat tema Prospek Investasi Pasar Modal tahun 2010 di Novotel, Selasa (15/12).

Artinya, tutur Daniel, di semester II tahun 2010 akan ada kemungkinan berupa sedikit goncangan ekonomi dunia, lantaran dari perusahaan-perusahaan yang diberikan dana talangan tersebut diprediksi belum bisa survive sepenuhnya sampai batas waktu tersebut.

“Defisit AS yang diprediksi akan membengkak memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar modal. Oleh karena itu, investor pun harus cerdas memilih emiten apa yang benar-benar bisa bertahan dan masih memberikan peluang bagus di tahun 2010,” tambah Branch Manager PT Trimegah Securities Solo, Edwin Jayandaru.

Terkait peluang ini, tambah Edwin, investor pun harus segera membuat ancang-ancang, di mana perlu memperhatikan beberapa hal. Di antaranya, lanjut Edwin, emiten-emiten perbankan yang menurut penilitian tim Trimegah masih menguntungkan. Begitu pula sektor-sektor seperti infrastruktur, tambang dan minyak diprediksi masih memberikan peluang.

“Untuk emiten-emiten yang sudah merencanakan melakukan ekspansi dan akuisisi juga bisa jadi pertimbangan. Sebut saja, PT Aneka Tambang. Akuisisi ini berarti emiten tersebut masih memiliki prospek yang bagus.”

Beberapa perusahaan yang merencanakan akuisisi di tahun 2010 menunjukkan bahwa indeks tahun depan dinilai masih cemerlang. Daniel menambahkan, selain rencana akuisisi, ekonomi makro seperti stimulus fiskal yang diberikan pemerintah mampu mendorong pertumbuhan harga indeks.

“Begitu pula kalau pemerintah mempertahankan suku bunga bank pada posisi rendah, diprediksi mampu menjaga inflasi dan memacu sektor riil. Ini adalah peluang bagus bagi harga saham.”

Indikator lainnya, lanjutnya, market Indonesia dinilai masih murah dengan melihat angka  profit earning ratio (P/E) 13,1.

haw

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…