Rabu, 16 Desember 2009 21:11 WIB Boyolali Share :

Warga Mudal pertanyakan pemalsuan tandatangan dan stempel palsu


Boyolali (Espos)–
Warga Mudal Kecamatan Boyolali Kota menanyakan tindak lanjut kasus pemalsuan tandatangan Kepala Desa Mudal, Parno dan stempel desa setempat dengan tersangka Dwi Hartanto alias Goak.

Saat ditemui wartawan Senin (14/12), Parno mengatakan sampai sekarang belum mengetahui perkembangan kasus pemalsuan itu.
“Untuk kasus pemalsuan tanda tangan dan stempel, kami belum tahu perkembangannya sampai sejauh mana. Saya sendiri sudah dipanggil dua kali untuk dimintai keterangan,” ucapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Camat Boyolali, Sudaryono mengemukakan jajarannya sudah meminta info kepada Polres Boyolali tentang penanganan kasus pemalsuan stempel dan tandatangan.
“Informasi dari Polres menyebutkan perkembangan sudah pada pemeriksaan tersangka Dwi Hartanto alias Goak. Sejak Oktober sampai sekarang belum ada perkembangan lagi. Surat dari penyidik sudah sampai Polres dan akan ditindaklanjuti ke kejaksaan,” kata Daryono.

Dikemukakan Daryono, sudah ada sebagian masyarakat yang menanyakan perkembangan penyelesaian kasus pemalsuan stempel dan tandatangan. Dia mengatakan, pihaknya ikut mengawal perkembangan penanganan kasus pemalsuan stempel dan tandatangan itu.

Pada kesempatan itu, Parno juga mengemukakan perihal permasalahan bantuan aspal dan semen dari Pemerintah Kabupaten Boyolali 2008/2009 di Desa Mudal Kecamatan Boyolali sampai sekarang belum selesai. Warga penerima manfaat kerap menanyakan kapan bantuan itu akan diberikan kepada mereka.

Sebagaimana diketahui, penyelewengan bantuan untuk kelompok masyarakat dari dana APBD tahun 2008 terjadi di Desa Mudal, Desa Kebonbimo serta Desa Karanggeneng. Untuk Desa Kebonbimo dan Desa Karanggeneng permasalahan bantuan itu sudah selesai.

nad

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…