Rabu, 16 Desember 2009 22:54 WIB Sport Share :

Suryo Agung persembahkan emas kedua, Indonesia naik ke peringkat 3

Vientiane (Espos)–Sprinter asal Solo, Suryo Agung Wibowo kembali membuktikan kehebatannya dengan mempertahankan gelar juara di nomor lari 200 meter sekaligus menyumbang emas kedua bagi Indonesia di SEA Games 2009, Rabu (16/12).

Sementara itu, tambahan enam medali emas, kemarin, membawa Indonesia merangkak naik ke peringkat tiga klasemen sementara perolehan medali, menggeser posisi Singapura. Tambahan enam medali emas tersebut dipersembahkan dari cabang atletik dengan donasi tiga emas dan masing-masing satu emas dari cabang selam, panahan dan wushu.

Indonesia mengumpulkan 32 medali emas, jumlah medali emas yang sama dibukukan oleh Singapura. Namun Tim Merah-Putih unggul dalam perolehan medali perak (37) dan perunggu (60). Sementara persaingan merebut gelar juara umum di pesta olahraga multi-event se-Asia Tenggara ini masih diperebutkan antara Thailand dan Vietnam. Hingga kemarin, keduanya sama-sama telah memboyong 61 medali emas.

Tampil di lintasan empat Stadion Utama Kompleks Olahraga Nasional Vientiane, Suryo finis pertama dengan mencatatkan waktu tercepat 20,85 detik. Catatan yang dibukukan manusia tercepat se-Asia Tenggara tersebut terpaut cukup jauh dari peraih medali perak, Suwonprateep (Thailand) dengan catatan waktu 21,12 detik.

Namun catatan waktu Suryo kali ini tidak lebih baik dari catatan waktunya di nomor yang sama pada SEA Games 2007 Thailand. Dua tahun lalu Suryo juga menyabet medali emas di nomor 200 meter dengan catatan waktu 20,76 detik.
Suryo secara terus terang mengakui bahwa ia sebenarnya tidak terlalu berharap untuk mengulangi sukses di nomor 200 meter. Pasalnya, dia lebih fokus untuk mempertahankan gelar di nomor paling bergengsi 100 m.

“Saya hampir tidak pernah mengikuti pertandingan uji coba menjelang SEA Games 2009 ini. Saya hanya ikut Porprov yang tentu levelnya sangat jauh karena ibarat joging saja,” kata sprinter berusia 26 tahun ini.

Sukses merebut dua medali emas membuat Suryo dipastikan akan mengantongi bonus senilai Rp 400 juta dari pemerintah. Jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah jika PB PASI sebagai induk organisasi juga memberi bonus serta bonus dari pemerintah daerah.

“Saya ingin naik haji karena keinginan saya tahun lalu tidak terwujud,” kata Suryo yang saat ini berstatus sebagai PNS di Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.
anh/Ant

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…