Rabu, 16 Desember 2009 23:55 WIB Solo Share :

Pilkada Solo, KPPS siap dukung Demokrat

Solo (Espos)--Koalisi Partai Politik Surakarta (KPPS) siap mendukung Partai Demokrat dalam pembentukan koalisi besar. Pasalnya, partai-partai yang bergabung dalam koalisi ini mempunyai potensi untuk menang dalam Pilkada 2010.

Apalagi bila pasangan calon yang muncul hanya dua pasang calon. Sementara, hasil dari rembug soal pembentukan koalisi besar ini, kata Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Solo, Reny Widyawati, rencananya dirilis hari ini, Kamis (17/12). Ketua Koordinator KPPS Abdullah AA menegaskan sikapnya untuk mendukung gagasan Partai Demokrat membentuk koalisi besar.

“Memang seperti apa yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa KPPS sudah mempunyai calon sendiri. Tetapi demi Solo ke depan, kami akan mengutamakan koalisi besar. Koalisi besar merupakan pilihan terbaik untuk bisa memenangkan Pilkada 2010,” papar Abdullah, ketika ditemui Espos, di Gedung Dewan, Rabu (16/12).

Politisi dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini memprediksi bila koalisi besar terbentuk, maka kans atau peluang untuk memenangkan Pilkada cukup besar. Abdullah menaruh angka 50 : 50 untuk peluang kemenangan koaliasi besar dan partai lain.

Untuk mencapai kemenangan dalam Pilkada 2010 mendatang, menurut Abdullah, setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama yaitu tentang visi dan misi dari tokoh yang dijagokan dalam membangun Solo ke depan. Kedua, adalah tokoh yang dicalonkan itu harus berkenan dan diminati masyarakat Solo.

“Rembug ini merupakan pintu pertama bagi partai politik selain PDIP untuk menjalin koalisi. Soal siapa yang akan dicalonkan, koalisi besar harus mempertimbangkan dua hal itu,” paparnya.

Lebih lanjut Abdullah menegaskan KPPS pun telah siap untuk membicarakan pembentukan koalisi besar, sekaligus menetapkan pasangan nama yang akan dicalonkan. Dalam rembug yang informasinya berlangsung di sebuah rumah makan di daerah sekitar Manahan, KPPS juga akan menyampaikan tujuh nama kandidat yang telah disaring oleh KPPS.

Namun, Abdullah belum bersedia menyebutkan ketujuh nama kandidat tersebut. Dalam rembug pembentukan koalisi besar ini, ia juga berharap pasangan calon yang akan dimunculkan bukan tokoh incumbent. Karena ia memprediksi, calon incumbent tetap akan maju melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), seperti sebelumnya.

Mengenai dijagokannya incumbent Walikota Joko Widodo (Jokowi) oleh koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN), Abdullah menegaskan tetap menghormati keputusan tersebut. Demikian pula dengan enam tokoh yang masuk daftar elektabilitas Partai Demokrat.

iik

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…