Rabu, 16 Desember 2009 18:15 WIB News Share :

Peluang calon independen dalam Pilkada di Jateng berat


Semarang (Espos)–
Peluang calon perseorangan (independen) untuk memenangkan Pilkada di 17 daerah di Jateng pada 2010 diprediksi terbuka namun dengan sangat berat. Besarnya dukungan dana yang dimiliki sangat menentukan peluang calon independen untuk bisa bersaing bahkan memenangkan Pilkada.

Demikian dipaparkan Dosen Pascasarjana dan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro, Drs Teguh Yuwono MPol Admin, dalam Diskusi Interaktif bertema Peluang Calon Independen dalam Pilkada di Jateng yang digelar Forum Wartawan Provinsi Jateng (PWPJT) dan Pemrov Jateng, Rabu (16/12) di Semarang.

Dari hasil survey yang dilakukannya terhadap sejumlah warga di Kota Semarang, menunjukkan bahwa 77,6 persen dari 1.000 warga yang disurvei menyatakan faktor finansial sangat menentukan siapa yang akan mereka pilih. Kondisi yang relatif sama, diperkirakan juga terjadi di daerah lain di Jateng.

“Hanya sembilan persen saja yang merupakan pemilih ideal dan intelektual, artinya berdasarkan visi misi yang dipaparkan calon. Dan sebesar 15 persen saja yang loyalis terhadap Parpol. Sehingga paling besar adalah pemilih pragmatis,” papar Teguh.

Dengan demikian, dibutuhkan dana yang cukup bagi calon independen untuk bisa bersaing. Dalam kondisi saat ini, sambung dia, untuk mencari dukungan yang dibuktikan dengan fotokopi KTP-pun tidak gratis.

Ketiadaan mesin politik seperti yang dimiliki Parpol yang sudah eksis, lanjut Teguh, menjadi kelemahan berikutnya yang dihadapi calon perseorangan. Di luar Nangroe Aceh Darussalam, hanya Pilkada di Kabupaten Garut, Jabar; Kabupaten Kubu Raya, Kalbar; dan Kabupaten Batubara, Sumut saja yang dimenangi oleh calon independen.

Teguh menguraikan, di Garut, pasangan Ceng Fikri-Dicky Chandra berhasil memenangi Pilkada lantaran memiliki popularitas dan jaringan sosial serta ekonomi yang kuat. “Figur Dicky Chandra yang tulus dan friendly (ramah) oleh banyak pihak disebut faktor utama yang memenangkan kandidat independen ini. Tapi bagaiamana di Jateng, adakah figur yang seperti ini?” tukasnya.

Sementara Calon Walikota Semarang yang akan menempuh jalur independen yang hadir dalam diskusi tersebut, Jarot Nugroho, menyatakan rencana pencalonannya didasarkan pada upaya untuk mengangkat kedaulatan rakyat. “Saya pikir, peluang calon independen ini adalah adanya jaminan dalam UU. Sementara tantangannya adalah persyaratan yang harus dipenuhi,” ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Jateng.

kha

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…