Rabu, 16 Desember 2009 02:35 WIB Klaten Share :

Dana minim, DPRD lobi tambahan DAU

Klaten (Espos)–Badan Anggaran DPRD Klaten akan melobi pemerintah pusat untuk mencari kemungkinan adanya penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) pada APBD 2010.

Selain itu, mereka juga akan berkonsultasi untuk mencari kemungkinan adanya mekanisme anggaran yang bisa ditekan khususnya terkait Pilkada.

Anggota Badan Anggaran DPRD Klaten drh Suharna kepada wartawan, Selasa (15/12), di Gedung Dewan mengatakan, pengajuan penambahan alokasi DAU kepada pemerintah pusat dimungkinkan mengingat pihaknya bertolak ke Jakarta untuk membahas soal anggaran.

Badan Anggaran akan mengunjungi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan Departemen Keuangan (Depkeu). Mereka bertolak sejak sore kemarin. Suharna mengatakan, permasalahan anggaran yang ada di Klaten untuk tahun depan cukup pelik. Sementara DAU Klaten tak mengalami penambahan signifikan. “Bisa saja nanti disampaikan (upaya penambahan DAU),” jelas Suharna sebelum berangkat ke Jakarta.

Usulan mengenai penambahan DAU juga telah disampaikan oleh anggota Badan Anggaran DPRD Klaten lainnya, Aris Widiharto. Menurut Aris, pemerintah daerah perlu melakukan upaya untuk menambah pos pendapatan dalam Rancangan APBD (RAPBD) 2010.

Dengan demikian, beban anggaran yang ada dapat dikurangi. DAU Klaten pada tahun ini berada di kisaran Rp 726,2 miliar. Jumlah tersebut hanya bertambah Rp 40 juta dari tahun sebelumnya. “Selain minta tambahan DAU, perlu juga membahas mengenai penambahan porsi kontribusi ke daerah terkait pajak kendaraan bermotor. Karena kontribusi pajak kendaraan bermotor yang ada di Klaten terhitung tinggi,” ucapnya.

Suharna menambahkan, selain tambahan DAU, pihaknya juga akan berkonsultasi ke Depdagri untuk membahas mekanisme penganggaran penyelenggaraan Pilkada.

Anggota KPU Klaten yang membidangi Hukum dan Pengawasan, Siti Farida, mengatkan, pihaknya telah menyesuaikan alokasi penyelenggaraan Pilkada dalam dua kali putaran. Saat ini, anggaran Pilkada yang telah disiapkan mencapai Rp 21,5 miliar. Sebelumnya, alokasi anggaran tersebut mencapai Rp 44 miliar. “Ini adalah angka yang telah kami koordinasikan dengan tim anggaran. Prosesnya sudah sejak dari lama.

haa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…