Rabu, 16 Desember 2009 16:18 WIB News Share :

Butuh Rp 8 triliun untuk stimulus tol trans Jawa

Jakarta–Departemen Pekerjaan Umum mengusulkan ada dana APBN hingga Rp 8 triliun untuk proyek jalan tol Trans Jawa agar bisa terealisasi hingga 2014.

Dana tersebut bisa digunakan untuk mendorong kelayakan proyek dimana pembebasan lahan dan konstruksi ditanggung pemerintah.

“Bisa dimulai tahun 2010 nanti, dananya bisa bertahap setiap tahunnya, hingga 2014,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung saat di temui acara editor gathering di Jakarta, Rabu (16/12).

Dalam proyek tol Trans Jawa, setidaknya terdapat 10 ruas tol yang saling terhubung dari Cikampek hingga Surabaya sepanjang 808 Km. Sebanyak  155 Km sudah terbangun, yang menyisakan ruas yang belum terbangun membutuhkan dana Rp 36 triliun sebanyak 6 ruas.

“Harus ada APBN sebesar Rp 8 triliun untuk menarik uang swasta yang sebesar Rp 28 triliun,” katanya.

Namun Nurdin mengatakan dana sebesar itu tidak akan  ada artinya untuk menargetkan penyelesaian tol trans Jawa pada 2014  nanti. Jika belum ada pembenahan aturan yang saat ini terutama soal UU Pembebasan Lahan. Ia mengharapkan UU tersebut bisa selesai pada tahun 2010 sehingga dana APBN bisa dimanfaatkan efektif untuk mendukung kelayakan proyek Trans Jawa.

Sementara Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Sunito mengatakan pengusahaan pembangunan ruas tol Trans Jawa sangat dimungkinkan dengan dibentuknya suatu perusahaan holding. Jasa Marga sangat siap menjadi mayoritas atau leader dalam holding tersebut mengingat setidaknya sudah ada 160 Km ruas yang telah dimiliki Jasa Marga di dalam proyek Trans Jawa.

“Ada kemungkinan menyatukan dalam holding, kita siap sebagai leader,” kata Frans.

Berdasarkan data departemen pekerjaan umum hingga saat ini terdapat 20 ruas tol yang sudah memiliki PPJT namun masih menghadapi kendala pembebasan tanah alias mandek. Yaitu 3 ruas jalan tol sepanjang  152,47 Km yang masih proses pengadaan tanah dan pelaksanaan konstruksi. Sebanyak 8 ruas masih dalam pengadaan tanah sepanjang 324,71 Km dan 9 ruas sepanjang 259,44 Km tidak melakukan pengadaan tanah.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…