Rabu, 16 Desember 2009 16:14 WIB Boyolali Share :

Bupati Boyolali terima penghargaan ketahanan pangan


Boyolali (Espos)–
Bupati Boyolali, Sri Moeljanto menerima Penghargaan Ketahanan Pangan Kelompok Aparat dari pemerintah sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku agribisnis ketahanan pangan.

Menurut Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Boyolali, Sri Wiyono, penghargaan tersebut diterima Bupati bersama enam gubernur dan sepuluh bupati lainnya dari beberapa daerah di Indonesia, dari Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono, di Istana Wapres, Selasa (15/12).

“Penghargaan Ketahanan Pangan tersebut diterima Bupati dan juga enam gubernur, serta sepuluh bupati lainnya dari beberapa daerah di Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku agribisnis ketahanan pangan terhadap pelaku agribisnis ketahanan pangan atas prestasinya yang dianggap menonjol sehingga diharapkan dapat menjadi teladan bagi provinsi lain,” ungkap Sri ketika dikonfirmasi wartawan di Boyolali, Rabu (16/12).

Sri menjelaskan penghargaan tersebut salah satunya diserahkan kepada Bupati Boyolali karena Bupati dinilai sebagai pelaku yang berhasil dalam hal ketersediaan pangan di wilayahnya.

”Salah satu contoh langkah yang dilakukan Bupati dalam bidang ketahanan pangan adalah dengan menginstruksikan jajaran pemerintahan di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali dengan membuat surat edaran (SE), mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga kecamatan, bahwa dalam setiap pelaksanaan kegiatan harus menggunakan pangan lokal,” terang Sri.

Prestasi lain yang diraih Bupati Boyolali dalam bidang ketahanan pangan tersebut, lanjut Sri, antara lain dengan surplus hasil bumi dan distribusi pangan yang merata.

sry

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…