Selasa, 15 Desember 2009 01:11 WIB Solo Share :

Ngotot bus tingkat, Dewan nilai Pemkot ingkari kesepakatan


Solo (Espos)–
Anggota DPRD berharap Pemerintah Kota (Pemkot) tidak mengingkari kesepakatan tentang konsep bus wisata yang telah dibahas dalam rapat Komisi III.

Dalam pembahasan dengan Komisi III, beberapa waktu lalu, kata Sekretaris Komisi III, Umar Hasyim, telah disampaikan konsep bus wisata tidak tingkat.

“Dan hal itu sudah disepakati oleh Dinas Perhubungan, yang hadir dalam rapat dengan Komisi III. Hasil rapat itu pun sudah diparipurnakan, sehingga menjadi keputusan bersama. Jadi Pemkot seharusnya tidak mengingkari kesepakatan yang telah dibahas,” terang Umar, ketika ditemui Espos, di Gedung Dewan, Senin (14/12).

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan tak hanya konsep yang telah disepakati, tetapi juga termasuk alokasi anggaran. Dari semula Rp 4 miliar, kemudian dikurangi menjadi Rp 2 miliar untuk satu bus. Menurut Umar, bila Pemkot tetap pada keinginannya membuat bus dengan konsep tingkat, itu artinya Pemkot mengingkari kesepakatan yang telah dibahas.

Usulan Komisi III agar bus wisata tidak dibuat tingkat, bukannya tanpa alasan. Umar menjelaskan ada berbagai pertimbangan yang menjadi alasan Komisi III tidak setuju bila bus dibuat dengan konsep tingkat. Konsep bus tingkat dengan model terbuka masih berpotensi rawan bagi keselamatan penumpang.

Apalagi melihat situasi dan kondisi sekitar jalan raya yang menjadi rute bus wisata ini. Umar mengamati kerawanan itu bisa muncul dari pepohonan maupun kabel-kabel listrik. Berbagai pertimbangan dari Komisi III tersebut, papar Umar, sudah disampaikan dalam rapat pembahasan dengan dinas terkait.

“Dan saat itu, mereka (dinas) sudah bisa menerima. Karena sudah disepakati dalam rapat pembahasan di tingkat Komisi itu pula, kemudian disampaikan dalam rapat paripurna. Mestinya, kalau sudah sampai di paripurna, kesepakatan itu dilaksanakan,” tandas Umar.

Sebelumnya, anggota Komisi III, Abdullah AA juga sudah menegaskan bahwa DPRD tidak menolak rencana bus wisata. Namun, konsep yang disarankan dan telah disepakati adalah bus tidak tingkat. Sedangkan mengenai desain bus tidak tingkat itu, diserahkan kepada dinas terkait.

Tetapi, bila Pemkot tetap bersikeras ingin membuat bus wisata dengan model tingkat, lanjut Umar, Komisi III bisa memanggil lagi dinas terkait untuk meminta penjelasan lebih detil.

“Pemkot harus duduk bersama lagi dengan DPRD untuk membahas persoalan ini. Kami tidak menghalangi Pemkot untuk membangun Kota Solo. Tetapi tentunya, hal-hal yang sudah dibahas dan disepakati dengan DPRD sebagai lembaga legislatif juga diperhatikan,” paparnya.

iik

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…