Selasa, 15 Desember 2009 18:45 WIB News Share :

Diskriminasi akses pekerjaan masih dirasakan Penca

Semarang (Espos)–Para penyandang cacat (Penca) di Jateng masih merasakan adanya diskriminasi dalam hal memperoleh pekerjaan di sektor formal.

Ketentuan yang mewaijbkan pihak perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta mempekerjakan Penca dengan perbandingan 1 Penca di antara 100 pekerja normal seperti yang tertuang dalam UU 4/1997 tentang Penyandang Cacat masih belum efektif berjalan.

Hampir semua pemerintah daerah di Jateng belum menunjukkan dukungan dan perannya yang optimal dalam upaya pemberdayaan dan pemenuhan hak-hak kaum Penca. Ini dilihat hampir semua Pemda di Jateng belum menerbitkan Perda tentang pemberdayaan Penca.

Menurut Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Jateng, Ir Ronny Hudiprakoso yang ditemui dalam acara Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ke-61 dan Hari Internasional Penyandang Cacat ke-17 di Semarang, Selasa (15/12) mengatakan, masih sangat sedikit perusahaan pemerintah maupun swasta yang memberlakukan aturan tersebut. Belum adanya peraturan daerah (Perda) yang mempertegas UU Penca tersebut, membuat penerapan regulasi tersebut masih lemah.

“Kami dari kaum Penca kesulitan mengakses pekerjaan. Di sisi lain karena keterbatasan jenjang pendidikan yang dienyam para Penca, karena rata-rata mereka (Penca) berpendidikan rendah, juga belum adanya Perda tentang pemberdayaan Penca,” paparnya pria yang mengalami lumpuh kaki sejak berusia dua tahun itu.

Ronny memaparkan, sejauh ini hanya Pemkab Sukoharjo saja yang sudah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kaum difable (different ability) ini dengan mengeluarkan Perda tentang pemberdayaan Penca. Bahkan, sesuai Perda tersebut, jelas dia, Pemkab tidak akan mengeluarkan izin jika perusahaan yang bersangkutan tidak mempekerjakan Penca minimal sesuai komposisi yang diatur dalam UU 4/1997.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jateng, Hadi Prabowo mengakui bahwa implementasi peraturan yang mengatur komposisi Penca dalam memperoleh pekerjaan, yakni 1 banding 100 belum seperti yang diharapkan. Pemprov Jateng, jelasnya, berupaya mendorong agar ketentuan itu dilaksanakan oleh para pengusaha.

Disinggung mengenai adanya desakan pembuatan Perda tentang Penca, Sekda, mengaku masih mengkajinya. Ia telah memerintahkan Dinas Sosial untuk menginventarisasi persoalan yang dihadapi kaum Penca selama ini.

kha

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…