Selasa, 15 Desember 2009 19:05 WIB Solo Share :

Aksi jual rumah kuno Kauman terus berlangsung


Solo (Espos)–
Aksi penjualan rumah kuno di Kampung Wisata Batik Kauman, Pasar Kliwon, Solo, terus terjadi beberapa pekan terakhir. Awal pekan ini dilaporkan, tiga rumah kuno di wilayah itu sedang dalam proses penjualan oleh sang pemilik.

Sebelumnya diketahui 10 rumah dari 50-an rumah kuno di Kauman telah dijual pemiliknya. Parahnya, fisik 10 rumah yang dijual tersebut telah diubah dengan menghilangkan unsur klasik dan memberikan sentuhan desain modern. Seperti disampaikan warga RT 4/RW III Kauman, Rufaidah Qisti, 47, yang juga bermaksud menjual rumah kuno warisan orangtuanya, saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (15/12).

“Ada dua keluarga lain selain keluarga saya yang juga akan menjual rumah kuno mereka. Alasan rumah dijual mulai dari kepentingan pembagian waris hingga pemeliharaan rumah yang sulit,” ujarnya. Dia mengaku sayang menjual rumah kuno yang telah ditinggalinya sejak kecil. Apalagi rumah yang dihargai Rp 10 miliar tersebut merupakan peninggalan kedua orangtuanya.

Qisti berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membeli rumah-rumah kuno di Kauman yang akan dijual pemiliknya. Alasannya, Pemkot berkepentingan menjaga Kauman sebagai salah satu kawasan cagar budaya unggulan.

Saat ditanya tentang perkembangan Kampung Wisata Batik Kauman, menurutnya tidak signifikan. Pengembangan sentra atau galeri batik Kauman dinilai tak merata, alias terpusat pada beberapa saja pengusaha batik.

Padahal, Qisti menegaskan, tidak sedikit pengusaha batik skala mikro-menengah di Kauman yang juga prospektif.

Diberitakan SOLOPOS (5/12), sekitar 10 unit dari 50-an rumah kuno di Kauman diketahui telah dijual oleh pemilik lama. Saat ini, kesepuluh rumah itu telah dirombak merujuk sentuhan atau arsitektur modern. Petugas Publikasi dan Promosi PKWB, Fakhry Aji, memprihatinkan, penjualan rumah kuno Kauman oleh sang pemilik. Kondisi tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran warga Kauman bahwa rumah mereka merupakan aset wisata dan budaya tingkat nasional.

kur

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…