Selasa, 15 Desember 2009 21:41 WIB Solo Share :

6 Kerbau & 13 pusaka siap ramaikan Kirab 1 Sura

Solo (Espos)–Keraton Kasunan Surakarta akan menggelar upacara adat Kirab Malam 1 Sura Dal 1943, Kamis (17/12) malam hingga Jumat (18/12) dini hari. Kirab melibatkan enam kerbau keturunan Kyai Slamet dan 13 pusaka kebesaran keraton.

Penjelasan tersebut disampaikan Pengageng III Pariwisata dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Satriyo Hadinagoro, dalam jumpa pers di keraton setempat, Selasa (15/12) siang. Mantan politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menjelaskan, sedikitnya jumlah kerbau yang diarak untuk mengindari terjadinya crowded di jalur yang dilewati.

Dia mengaku khawatir terhadap kemungkinan mengamuknya kerbau bule seperti yang pernah terjadi pada Kirab Malam 1 Sura tahun 1997. Apalagi di tengah keramaian ribuan wisatawan yang diperkirakan bakal menyaksikan ritual peninggalan Raja Mataram, Sultan Agung. Mengenai jenis pusaka keraton yang akan dikirab, menurutnya tidak dapat dibeberkan.

Saat kirab pun, pusaka-pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan magis itu akan dibungkus kain. Alasannya, menurut Satriyo, tidak etis bila jenis dan nama pusaka yang dikirab dibeberkan dan dipertontonkan secara vulgar. “Falsafah Jawa, tidak etis. Yang jelas, pusaka ini sudah melalui hasil meditasi sinuhun atau orang yang kompeten,” ujarnya.

Satriyo melanjutkan, 13 pusaka yang dikirab mempunyai keterkaitan dengan kondisi ekonomi dan politik di Kota Solo khususnya dan Tanah Air umumnya. Kirab 13 pusaka keraton dimaksudkan supaya Keraton Kasunanan Surakarta dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selalu dalam perlindungan Allah SWT.

Dia menyampaikan, rapat koordinasi persiapan kirab sudah dilakukan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Poltabes Solo dan Satpol Pamong Praja (PP).

Berdasar rapat bersama diperkirakan, jumlah wisatawan atau pengunjung kirab tahun ini bakal mencapai 9.500 orang. Tahun 2008 jumlah penonton kiran sekitar 8.250 orang, tahun 2007 lebih dari 7.000 orang serta tahun 2006 lebih dari 6.000 orang. Merujuk prospek pengembangan potensi wisata tersebut, pihak keraton dan Pemkot Solo sepakat menyajikan kirab spesial.
kur

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…