Senin, 14 Desember 2009 21:18 WIB Solo Share :

Warga Semanggi resah pembangunan talut tak kunjung rampung

Solo (Espos)--Keresahan warga sejumlah rukun tetangga (RT) di wilayah Rukun Warga (RW) XXIII, Semanggi, Pasar Kliwon, semakin menjadi-jadi menyusul tak kunjung rampungnya perbaikan talut Kali Pepe di wilayah setempat yang terhubung dengan Sungai Bengawan Solo.

Padahal curah hujan pada akhir Desember 2009 dan Januari 2010 diperkirakan akan semakin tinggi sehingga dapat memicu terjadinya banjir. Ditambah lagi, pintu air Kali Pepe yang rusak beberapa bulan terakhir juga belum diperbaiki. Ketua RW XXIII, Darman Hadi Martono, saat ditemui wartawan di kediamannya, Senin (14/12) berharap pihak berwenang segera memperbaiki pintu air dengan ukuran sekitar 1,5×2 meter itu.

“Pintu air belum diperbaiki. Saking khawatirnya, warga berencana memperbaiki sendiri pintu air secara swadana. Bila tak ada perubahan, Selasa (15/12) ini kami akan rapat bahas penarikan dana,” ujarnya.

Dia menambahkan, dana perbaikan pintu air akan diambilkan juga dari sebagian dana block grant. Namun demikian, rencana tersebut masih harus disepakati bersama seluruh warga.

Darman mendesak, perbaikan talut Kali Pepe supaya rampung sebulan mendatang. Dia mengakui, pelaksana proyek sudah mulai mempercepat perbaikan talut. Hal itu tampak dari penambahan pekerja dan material proyek.

kur

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…