Senin, 14 Desember 2009 22:45 WIB Solo Share :

Tak kunjung menempati, 40 pemilik kios Jebres kena semprit


Solo (Espos)–
Petugas Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Solo melayangkan surat peringatan (SP) I kepada 40 pemilik kios pasar baru di bangunan tahap II belakang Kantor Kecamatan Jeres, Solo, Senin (14/12) siang.

Para pemilik kios diberi waktu hingga Minggu (20/12) mendatang untuk mengoperasikan kios mereka. Keterangan tersebut disampaikan Kepala kantor pasar tersebut, R Sigit Pramono, saat ditemui Espos di ruang kerjanya.

“Dari 106 kios, 66 kios sudah beroperasi dan 40 kios belum buka. SP kami layangkan kepada pemilik kios yang belum beroperasi hari ini (kemarin-red),” katanya.

Dia menjelaskan, SP dilayangkan dengan cara ditempel di pintu-pintu kios. Isi SP tentang perintah supaya pemilik mengoperasikan kios mereka paling lambat 20 Desember 2009.

Bila pedagang ngeyel, kios akan diambil alih pengelolaanya oleh DPP. SP tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala DPP, Drs Subagyo MM. Menurut Sigit, bangunan pasar tahap II telah cukup layak untuk berjualan.

Sigit melanjutkan, kios yang tak dioperasikan akan dialihkan kepada pedagang kaki lima (PKL) Jl KH Dewantara belakang Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) dan pedagang di sekitar Unit PDAM Cabang Jebres. DPP telah memiliki data jumlah dan identitas para PKL di dua kawasan tersebut. Untuk penempatan para PKL akan dilakukan dengan pengundian, supaya adil.

Sementara, Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) DPP, Yusroni, mengungkapkan, DPP berencana membangun satu bangunan baru lagi bagi pedagang di belakang Kantor Kecamatan Jebres.

Bangunan tersebut direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Solo tahun 2010. Sedangkan mengenai surat hak penempatan (SHP) bagi pedagang bangunan tahap I dan II, akan diberikan setelah mereka berjualan selama satu tahun.

kur

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…