Senin, 14 Desember 2009 21:39 WIB News Share :

Puan Maharani tegaskan PDIP bukan oposisi

Palangkaraya–Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (pdip) Puan Maharani kembali menegaskan partainya saat ini tidak dalam posisi koalisi maupun oposisi, tetapi cenderung pada kekuatan penyeimbang pemerintah.

“Kita harus realistis bahwa suara kita tidak kuat baik di pusat maupun secara nasional,” kata Puan Maharani, di Palangkaraya, Senin, saat membuka Rapat Kerja Daerah IV DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah.

Puan mengatakan, peta kekuatan suara PDI Perjuangan di pusat hanya 94 orang yang duduk di kursi DPR demikian juga secara nasional dengan hanya meraih 14 persen suara hasil Pemilu 2009.

Dengan kekuatan seperti itu, Puan mengatakan, bila partainya memaksakan menjadi oposisi pihaknya tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan koalisi yang digalang di bawah pimpinan Partai Demokrat. Posisi penyeimbang itu juga telah diarahkan dengan tegas oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, kata Puan.

“Tetapi sebagai penyeimbang, kita bisa ikuti apa yang dimainkan oleh mereka (koalisi). Sehingga saat kebijakan mereka pro rakyat, kita mendukung. Namun saat kebijakan tidak pro rakyat, kita bisa mengkritisi,” tegasnya.

Sementara itu sebagai upaya regenerasi partai menghadapi Pemilu 2014 mendatang, Puan meminta kader dan pengurus mulai melakukan kerja politiknya mulai tahun depan. Ia berharap, kader-kader mendatang lebih banyak yang berjiwa muda untuk maju bersamanya mengembangkan partai agar lebih besar.

Selain itu, kaderisasi partai juga diharapkan tetap menerapkan prinsip 30 persen kuota untuk perempuan guna mempersiapkan calon-calon anggota legislatif dari kaum hawa yang saat ini masih sangat sedikit.

“Di DPP PDIP sendiri hanya ada empat perempuan. Saya minta di daerah dapat dikembangkan kuota perempuan 30 persen nantinya,” kata Puan.

Khusus untuk regenerasi pengurus, ia menegaskan agar para kader hanya memilih pengurus yang berpotensi, memiliki loyalitas, dan mau berkontribusi untuk partai berlambang kepala banteng moncong putih itu.

Loyalitas saja, menurutnya, tidak cukup karena yang dibutuhkan partai adalah yang mau berkontribusi membesarkan partai dan tidak melupakan jasa partai apabila telah berhasil menempatkannya duduk di kursi eksekutif maupun legislatif nantinya.

“Yang jadi caleg jangan lupa dengan partai, kalau lupa evaluasi saja. Mereka duduk itu karena rakyat di bawah bendera PDI Perjuangan,” tegas Puan.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…