Senin, 14 Desember 2009 18:59 WIB Ekonomi Share :

PLN tertibkan ribuan PJU liar

Solo (Espos)--PT PLN APJ Surakarta menertibkan ribuan penerangan jalan umum (PJU) liar di sejumlah unit pelayanan jaringan (UPJ) di Boyolali, Senin (14/12). Sementara, PLN pun menjamin kelancaran pasokan listrik selama Natal dan Tahun Baru asal masyarakat bisa melakukan penghematan listrik.

Demikian disampaikan Pejabat Humas PLN APJ Surakarta, Soeharmanto, mengingat beban puncak pada libur panjang Natal dan Tahun Baru diprediksi akan melonjak. Dari pemakaian rata-rata 420 MW sampai dengan 430 MW  pada malam hari menjadi 440 MW. “Harapannya tidak ada gangguan. Oleh karena itu, sebagai antisipasinya setiap rumah tangga diminta mengurangi beban listriknya, minimal 25 watt hingga 50 watt saja, itu sudah cukup,” tutur Soeharmanto, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Terkait penertiban PJU liar di sejumlah UPJ di Boyolali, Soeharmanto menyampaikan bahwa keberadaan PJU liar ini sangat berpotensi memunculkan gangguan listrik. “Hari ini, di Boyolali ada 1.450 titik PJU yang kami turunkan. Kemudian, di Kemusu ada 999 titik, di Wonosegoro ada 1.238 titik dan di Nogosari ada 1.511 titik. Sehingga totalnya ada 5.198 titik PJU liar yang kami tertibkan. Bukan kami bongkar tapi kami tertibkan.”

Ia menyebutkan, masih banyak PJU liar yang disasar untuk ditertibkan, tetapi sampai saat ini masih dalam tahap penyuluhan kepada masyarakat. Seperti di daerah Kalijambe, Gemolong, Sumberlawang, Tanon dan beberapa daerah lain.

Selain PJU liar, lampu mercusuar yang juga memiliki kapasitas daya yang cukup tinggi, juga dinilai menjadi pemicu banyaknya gangguan karena pemakaian mercusuar dan PJU yang berlebihan juga mudah merusak trafo. Termasuk memicu terjadinya overblast, sehingga banyak pelanggan yang tidak bisa melakukan penambahan daya.

haw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…